Beranda Headline Aksi Solidaritas di Polres Karawang Memakan Banyak Korban, Korlap Tuntut Pertanggungjawaban

Aksi Solidaritas di Polres Karawang Memakan Banyak Korban, Korlap Tuntut Pertanggungjawaban

20
Aksi Solidaritas
Sejumlah massa aksi tumbang akibat bentrok dengan aparat di depan Polres Karawang, Jumat (29/8/2025). (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Aksi solidaritas atas kematian Affan Kurniawan di depan Mako Polres Karawang memakan banyak korban. Salah satu demonstran bahkan harus dijahit di bagian kepala setelah diduga dipukul aparat dengan pentungan.

Korlap aliansi Komite Rakyat Sipil Karawang, Danny Rafael Manurung, menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang menangani massa aksi dengan cara represif.

“Korban sejauh ini kurang lebih ada 15 orang, dan itu belum semua terdata dari berbagai simpul. Ada yang dijahit, ada yang lecet,” ungkap Danny kepada awak media melalui pesan singkat, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga: Kericuhan Pecah, Massa Aksi dari Berbagai Elemen Masyarakat Gempur Polres Karawang

Menurut Danny, saat aksi berlangsung pada Jumat (29/8), kondisi tak terkendali sehingga banyak massa aksi yang berjatuhan. Interaksi aparat dengan rakyat sipil semakin memanas, bahkan salah satu anggota GMNI menjadi korban pemukulan polisi hingga harus mendapatkan tiga jahitan di kepala.

Selain luka akibat pukulan, banyak juga korban yang tumbang karena paparan gas air mata. Beberapa demonstran terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tidak mampu menyelamatkan diri dari kepungan gas.

Melihat kondisi yang semakin kacau, Danny akhirnya memutuskan melakukan mediasi dengan pihak Polres Karawang dan meminta pertanggungjawaban penuh.

“Mediasi dilakukan karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan aksi. Banyak korban luka, massa lepas kendali. Saya memilih mundur demi keselamatan massa aksi yang tertangkap maupun terluka. Saya tidak mau jumlah korban semakin banyak,” tegasnya.

Danny menekankan bahwa Polres Karawang harus bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan para korban.

“Kesepakatannya, mereka harus bertanggung jawab sampai semua korban pulih,” tambahnya.

Baca juga: Polres Subang Gelar Doa Bersama Ojol, Tegaskan Status Siaga 1

Ia juga mengecam keras tindakan kekerasan aparat dalam menangani massa aksi. Menurutnya, aparat penegak hukum seharusnya melindungi rakyat, bukan justru menyakiti.

“Saya menekankan aparat penegak hukum untuk mengevaluasi cara penanganan aksi massa. Ini harus menjadi tonggak menuju penegakan hukum yang ideal,” tandasnya. (*)