KARAWANG- Dalam sebuah negara kedudukan warga negara adalah sama. Orang yang menjabat di tubuh pemerintahan memiliki kewajiban yang sama sebagai warga negara. Memiliki jabatan semata-mata adalah untuk mengayomi, melayani, dan menjamin kemaslahatan bersama, dan tidak ada privelege (keistimewaan) khususnya di mata hukum.
Negara justru harus mampu mewujudkan kesetaraan derajat antar manusia di dalam wilayahnya yang biasanya terlanggar oleh perbedaan status sosial, kelas ekonomi dan jabatan politik.
Memahami dan menganalisa pidato penutup H.Aep Syaepuloh dalam agenda debat Pasangan Calon 9 Nopember yang disiarkan langsung Metro TV. Calon Bupati H.Aep Syaepuloh menghadirkan sosok yang piawai dalam menjaga komunikasi yang santun
dengan semua kalangan.
Baca juga: Ratusan Emak-Emak Beri Dukungan untuk Paslon Aep-Maslani
Dimulai dengan doktrin Uluhiyah (Ketuhanan) terkait dengan ikhwal Eksistensi Allah SWT. Sebuah keyakinan yang teguh dan murni yang ada dalam hati setiap muslim bahwa Allah-lah sumber segala sumber kekuatan dan pertolongan kehidupan alam semesta.
Karena sadar bahwa manusia ada keterbatasan maka Manusia diwajibkan berusaha (tawakal) kemudian semua diserahkan kepada sang Pencipta.
Dalam perspektif komunikasi, H. Aep Syaepuloh sebagai komunikator politik sudah terbiasa mengutamakan motivasi umum dari pada motivasi pribadi. Apa yang menjadi keinginan dan cita-cita bersama warga daerahnya harus lebih didahulukan.
Sosok calon kepala daerah (bupati) berkewajiban dituntut untuk mengedepankan kepentingan seluruh warga Karawang tetap dijaga dan bukan sekedar “alat perayu” menjelang Pilkada.
Baca juga: Tim Kemenangan Dede Anwar Hidayat Deklarasi Dukung Aep-Maslani di Pilkada Karawang 2024
Dalam closing debat H. Aep Syaepulloh dengan sikap yang rendah hati (tawadlu) keterpanggilan sebagai calon Bupati sebagai panggilan jiwa dan hati untuk mengawal roda pemerintahan yang baik dan bersih semata-mata untuk kemaslahatan semua masyarakat Karawang.
Dalam debat tersebut menunjukan citra diri H.Aep Syaepuloh:
- Visioner: kepemimpinan
(Leadership) yang
yang mampu membuat
kalkulasi dan
proyeksi Karawang
sebagai kabupaten yang
diperhitungkan, citra
positif serta memberikan
harapan dan menjanjikan
masa depan. - Tanggap dan Responship : Sosok pemimpin yang tanggap dan responsif terhadap
berbagai aspirasi dan
tuntutan masyarakat
serta mampu
beradaptasi dengan
kecenderungan dan
dinamika perubahan
sosial, ekonomi, politik,
kebudayaan, dan
perkebangan global. - Tegas dan Berkarakter: figur pemimpin yang
mempunyai integritas
dan moralitas politik
tinggi, tegas dan
berkarakter,tidak
gamang dan tidak
bersikap abu-abu, serta
berpegang pada
prinsip melayani dan
mengayomi. - Siap Memimpin
Karawang sosok yang
tangguh, piawai, dan
mumpuni mengelola
momentum politik, serta
siap memegang
kepemimpinan
Karawang dengan tata
kelola pemerintahan
yang berpegang pada
prinsip clean and good
government
( pemerintahan
yang baik dan bersih
dari KKN).














