Beranda Headline Dijanjikan Masuk PT Chang Shin, Seorang Ibu Ditipu Sindikat

Dijanjikan Masuk PT Chang Shin, Seorang Ibu Ditipu Sindikat

128

BEPAS, KARAWANG – Sebuah status di media sosial menjadi viral.

Postingan itu diunggah oleh akun facebook bernama Yono Kurniawan.

Dalam statusnya ia menuliskan, ada seorang ibu yang mengadu kepada dirinya, soal anaknya yang dijanjikan masuk kerja ke PT. Chang Shin padahal sang ibu tersebut sudah mengeluarkan sejumlah uang. Dan sudah menunggu hampir satu tahun lamanya.

Bahkan dalam postingan tersebut diungkapkan demi anaknya bisa bekerja, si ibu ini pun akhirnya tertipu oleh sindikat yang diduga melibatkan oknum Kepala Dinas Ketenagakerjaan.

“Apa yang anda lakukan bilamana anda memiliki anak, atau adik atau kerabat, saudara yang dalam kondisi membutuhkan pekerjaan lalu dijanjikan kerja dengan membayar uang 15 juta rupiah, dan ternyata sudah menunggu hampir satu tahun pekerjaan itu belum didapatkan.

Miris, hati saya, ada seorang ibu mengadu kepada saya, bahwa dia rela bahkan menjual apa yang ada, demi untuk agar anak bisa masuk kerja tapi ternyata ditipu oleh sindikat yang mengaku melibatkan oknum kepala dinas tenaga kerja.

Dijanjikan bekerja di PT. Chang Shin dengan membayar 15 juta, tetapi ternyata pekerjaan tidak dapat dan uang raib.

Mungkin korbannya tidak hanya satu, mungkin banyak dan bingung mau mengadu kemana..

Harus dikasi pelajaran dan harus ada efek jera…” tulis Yono di laman Facebook pribadinya. Yang diunggahnya Minggu malam (2/2), sekitar pukul 22.36 WIB.

Yono Kurniawan sendiri ketika coba dikonfirmasi beritapasundan.com, Senin paginya (3/2), kaitan tulisan yang diunggah dirinya tersebut, sampai berita ini diturunkan tidak memberikan jawaban.

Sementara itu, Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Karawang, Tatang Taufik, yang kebetulan tinggal berdekatan dengan PT. Chang Shin dan kerap berinteraksi dengan pihak perusahaan, baik mengenai bantuan-bantuan sosial untuk warga masyarakat sekitar maupun kegiatan lainnya, mengaku tidak percaya jika pihak managemen perusahaan tersebut ada yang “nakal”.

Menurut Tatang, sepengetahuan dirinya, sejak Chang Shin berdiri belasan tahun lalu, di Jln. Dusun Gintungkolot, Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini, tidak pernah meminta uang sepeserpun kepada calon karyawannya.

Tatang bahkan berani menjamin, perusahaan sepatu tersebut baik-baik saja.

“Saya warga asli Desa Gintung, dan sebagai tokoh masyarakat disana, saya yakin sejak perusahaan itu berdiri, tidak ada yang namanya bekerja harus pakai uang, oknum itu !, saya yakin oknum !, karena saya tahu,” kata Tatang membela.

Bahkan diyakinkannya, PT. Chang Shin memiliki kepedulian yang besar terhadap warga masyarakat Desa Gintung pada khususnya.

Dan hal tersebut menurut Tatang, bisa dibuktikan dengan bantuan-bantuan sosial yang kerap diberikan Chang Shin kepada warga.

“Setiap tahun sekali, bahkan PT. Changsin ini selalu meng Umrohkan karyawannya, dan jika kemudian selalu ada kabar soal kerja pake uang, itu tidak benar, itu oknum,” kembali Tatang menandaskan.(nna/dhi)