Beranda News Banjir di Karawang Tanpa Solusi, Komisi III: Cari Akar Masalahnya

Banjir di Karawang Tanpa Solusi, Komisi III: Cari Akar Masalahnya

39

BEPAS, KARAWANG – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang , Mahfudin meminta semua pihak secara bersama-sama mencari solusi mengatasi permasalahan banjir di Kabupaten Karawang, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok.

Menurutnya, banjir yang kerap terjadi bila musim penghujan tiba ini harus menjadi pelajaran bersama untuk mengevaluasi kinerja penanganan banjir di kota Pangkal Perjuangan ini. Upaya memberikan solusi mengatasi banjir untuk masyarakat yang harus menjadi prioritas.

“Pembangunan drainase atau saluran air oleh dinas terkait itu harus berdasarkan dengan kajian matang dan Detail Engineering Design (DED) nya, ” kata Mahfudin kepada beritapasundan.com, Sabtu (1/2), di Gedung DPRD Kabupaten Karawang.

Menurut Mahfudin, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) harus segera mempersiapkan penanganan bencana banjir untuk jangka panjang agar tidak terjadi lagi.

“Cari akar permasalahan banjir ini dari mana, kaji dan matangkan perencanaan agar bagaimana banjir tidak terjadi lagi, bukan hanya atas dasar “susuganan”,” paparnya lagi.

Selain itu kata Mahfudin, Pemkab Karawang juga harus berkoordinasi secara intens dengan berbagai pihak, baik propinsi maupun pusat agar apa yang tidak terselesaikan oleh APBD Karawang bisa diselesaikan.

Oleh karena itu, Mahfudin menandaskan pihaknya akan mengundang Dinas PUPR khususnya Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air untuk mengetahui langkah- langkah konkrit seperti apa yang akan diambil pemerintah dalam menuntaskan permasalahan banjir kedepan.

Lebih lanjut ia mencontohkan, permasalahan Banjir di Desa Karangligar yang tidak pernah ada solusi hingga hari ini.

“Normalisasi adalah solusi yang baik, namun alangkah baiknya ada solusi jangka panjang, sehingga anggaran yang dikeluarkan Pemkab Karawang benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat yang kerap terendam banjir, khususnya warga masyarakat Karangligar,” ujar Politisi Partai Demokrat Dapil IV ini memaparkan.

“Pemda harus berani, buatkan Embung atau Danau Buatan, kemudian pertanyaannya bagaimana merealisasikannya tanpa ada anggaran, mari kita sinergiskan antara Pemda dan DPRD dengan propinsi dan pusat, kita kaji dengan matang agar estimasi anggaran bisa kita ketahui, ” ulasnya lagi meyakinkan.

Terakhir dikatakannya, Yang tidak kalah penting adalah pengelolaan masyarakat dan kesadarannya.

Saat ini tidak sedikit sungai menjadi tempat sampah dan jamban raksasa, tempat semua kotoran ditumpahkan.

Oleh karenanya, Pemda harus terus gencar mensosialisasikan agar warga masyarakat khususnya yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai untuk tidak mengotori sungai.

“Sampah jangan dibuang ke sungai. Air limbah, Tapi justru aturan itu banyak dilanggar, baik oleh perseorangan maupun oleh badan usaha. Ini yang sangat disayangkan,” pungkasnya. (Nna/dhi)