Bepas, Karawang– Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) Karawang menolak keras rencana pemerintah mencabut subsidi LPG 3 kg. Hal ini dikarenakan pemerintah dinilai bakal menyusahkan pedagang kecil, lantaran ongkos membengkak dan harga jual jadi semakin meroket.
“Belum ada rencana mencabut subsidi aja sudah mahal dan langka, apalagi sudah dilakukan rencana itu. Papmiso menolak keras dengan rencana pencabutan subsidi itu,” ujar Ketua Papmiso Karawang, Supriyadi, kepada beritapasundan, Rabu (22/01/2020).
Dikatakan Supriyadi, dari kebijakan ini dipastikan tidak sedikit yang menjadi korban. Tidak hanya pedagang bakso dan mie, melainkan pedagang yang lainnya juga akan berdampak signifikan, baik omset maupun harga beli sembako.
Supriyadi mengatakan, sebaiknya pemerintah meniadakan pelaksanaan kebijakan ini, karena akan berdampak pada pedagang kecil. “Kalau tidak didengar, kami siap turun ke jalan. Karena ini aspirasi para pedagang kecil, kasihan mereka akan berdampak. Dari harga bahan sembako maupun harga gas itu sendiri, kalau beli yang besar terlalu mahal,” paparnya.
Dirinya menambahkan, usulan Papmiso jika rencana itu dilaksanakan, maka Pemerintah daerah Karawang harus memberikan solusi konkrit. Papmiso sendiri memberikan usulan bahwa gas bumi bisa menjadi solusi untuk para pedagang kecil nantinya.
“Kami berharap jika rencana pemerintah pusat dilaksanakan, kita minta gas bumi sebagai solusi dari Pemkab Karawang untuk membantu para pedagang kecil,” pungkasnya. (kie)














