Beranda Headline Unsika Jadi Tuan Rumah Rapat Pra Semi Rata BKS PTN Barat Bidang...

Unsika Jadi Tuan Rumah Rapat Pra Semi Rata BKS PTN Barat Bidang Pertanian 2026

4
Bks PTN Barat
Universitas Singaperbangsa Karawang menjadi tuan rumah Rapat Pra Semi Rata BKS PTN Barat 2026. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah Rapat Pra Semi Rata BKS PTN Barat Bidang Ilmu Pertanian tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 24 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari wilayah Sumatra hingga Kalimantan.

Rapat BKS PTN Barat Bidang Ilmu Pertanian tersebut berlangsung di Aula Syech Quro Unsika selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Februari 2026, dan dihadiri para dekan Fakultas Pertanian dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri anggota BKS PTN Barat.

Ketua Pelaksana Rapat Pra Semi Rata BKS PTN Barat 2026, Rommy Andhika, mengatakan kegiatan ini merupakan tahapan awal menuju pelaksanaan Semi Rata 2026.

“Kegiatan hari ini adalah Pra Semi Rata, sebagai permulaan dari Semi Rata yang akan diselenggarakan pada 2026,” ujarnya.

Baca juga: UNSIKA Gelar Kaleidoskop 2025, Refleksi 44 Tahun Perjalanan Kampus Negeri Karawang

Menurut Rommy, forum BKS PTN Barat tidak hanya membahas agenda teknis penyelenggaraan, tetapi juga menjadi ruang diskusi gagasan dan inovasi di bidang pertanian.

“Gagasan pertanian hari ini harus bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman,” katanya.

Ia menjelaskan, pembahasan dalam Rapat Pra Semi Rata BKS PTN Barat mencakup teknik budidaya modern, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), konsep smart farming, hingga pendekatan pentaheliks.

“Ke depan, pertanian akan berkolaborasi dengan teknologi, pemerintah, dan media,” terangnya.

Rommy menambahkan, konsep pentaheliks sangat berkaitan dengan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat, khususnya melalui sinergi akademisi di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri.

“Produk pertanian harus didiseminasikan agar benar-benar sampai ke petani,” ujarnya.

Dengan demikian, kualitas produk pertanian, perkebunan, dan pangan nasional diharapkan terus meningkat.

Rommy juga menuturkan, masing-masing dari 24 universitas peserta BKS PTN Barat memiliki keunggulan tersendiri. Salah satunya Unsika yang tengah mengembangkan varietas padi Unsika 1 dan Unsika 2.

“Universitas lain juga punya keunggulan, baik di bidang kehutanan, perikanan, maupun peternakan,” ucapnya.

Ia menyebutkan, pengembangan padi Unsika 1 dan Unsika 2 saat ini masih dalam tahap penelitian dan belum dapat diumumkan ke publik dalam waktu dekat.

“Insya Allah dalam dua sampai tiga tahun ke depan akan diperkenalkan,” katanya.

Varietas tersebut merupakan hasil riset dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) bersama para peneliti di Jawa Barat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unsika, Prof. Dr. Ir. Sulistyo Sidik Purnomo, M.Si, menyampaikan bahwa Unsika tengah merancang pengembangan pertanian di Karawang melalui penguatan varietas padi dan rumput laut sebagai komoditas strategis.

“Kami telah membentuk tim dan melakukan kunjungan ke Bappeda, industri, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang,” jelasnya.

Langkah tersebut bertujuan mengembangkan komoditas beras unggul yang dapat memperkuat posisi Karawang sebagai salah satu lumbung pangan.

Ia menegaskan, sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Karawang, Unsika memiliki tanggung jawab untuk terlibat aktif dalam pembangunan sektor pertanian daerah.

“Dalam dua minggu terakhir kami juga telah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah utara Karawang memiliki potensi besar di sektor pertanian, sementara wilayah selatan unggul di sektor industri. Kondisi tersebut perlu disinergikan melalui pemanfaatan teknologi.

“Untuk mewujudkan itu, kita harus beradaptasi dengan komputerisasi, digitalisasi, dan Internet of Things,” tegasnya.

Ia mencontohkan penerapan Automatic Weather Station untuk mendeteksi kondisi tanaman secara otomatis, serta pemanfaatan drone untuk pemupukan, pengendalian hama, dan penyemprotan pestisida.

Baca juga: RS Lira Medika Karawang Perkuat Layanan Terintegrasi sebagai Pusat Rujukan Jantung dan Stroke

“Walaupun lahan terbatas, kita harus bersinergi dengan kelompok tani,” ucapnya.

Menurut Prof. Sulistyo, pertanian modern menuntut penerapan teknologi mutakhir sebagai solusi atas semakin menyempitnya lahan pertanian.

“Pertanian hari ini menuntut penggunaan teknologi mutakhir, dan Unsika siap mengambil peran itu,” pungkasnya. (*)