Beranda Headline RS Lira Medika Karawang Perkuat Layanan Terintegrasi sebagai Pusat Rujukan Jantung dan...

RS Lira Medika Karawang Perkuat Layanan Terintegrasi sebagai Pusat Rujukan Jantung dan Stroke

3
RS Lira medika
Dokter spesialis RS Lira Medika Karawang memaparkan sistem layanan terintegrasi jantung dan stroke dalam kegiatan ASOKA 2026. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – RS Lira Medika Karawang terus memperkuat perannya sebagai pusat rujukan jantung dan stroke di Karawang dan wilayah sekitarnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui layanan medis yang terintegrasi, didukung tenaga medis berpengalaman serta fasilitas penunjang yang memadai untuk penanganan penyakit kardiovaskular dan neurologis.

Penguatan layanan jantung dan stroke RS Lira Medika Karawang ini terlihat dalam kegiatan Asosiasi HRD & GA Karawang (ASOKA) bertajuk “Melanjutkan Kebersamaan untuk ASOKA yang Lebih Sehat” yang digelar di Function Hall Lantai 8 RS Lira Medika Karawang, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Dewan Taman Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Desa Telukbuyung

Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis jantung RS Lira Medika Karawang, dr. Hervin Ramadhani, Sp.JP, FIHA, menegaskan bahwa penanganan penyakit jantung, baik serangan jantung maupun henti jantung mendadak, membutuhkan sistem layanan yang terstruktur, cepat, dan terintegrasi.

Menurutnya, kemajuan teknologi medis memang penting, namun sistem layanan jantung dan stroke yang solid menjadi faktor paling menentukan keberhasilan penanganan pasien.

“Yang paling utama adalah sistemnya. Karena kami sudah lebih dari satu dekade menangani kasus jantung, maka sistem pelayanan menjadi kunci selain teknologi,” ujar dr. Hervin.

Ia menjelaskan, sistem penanganan jantung dan stroke RS Lira Medika Karawang mencakup deteksi dini, penanganan awal di Unit Gawat Darurat (UGD), penentuan tingkat kegawatan pasien, kecepatan tindakan medis, hingga perawatan lanjutan pascatindakan seperti rehabilitasi.

“Prosesnya dimulai dari deteksi dini, kemudian penanganan awal di UGD, memastikan kondisi kegawatan pasien, dilanjutkan tindakan cepat dan perawatan setelahnya,” jelasnya.

Terkait meningkatnya kasus serangan jantung pada usia muda, dr. Hervin menyebut fenomena tersebut memang nyata terjadi. Berdasarkan literatur medis, sekitar 10 persen kasus serangan jantung terjadi pada usia muda.

Ia menambahkan, kematian mendadak tidak hanya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah, tetapi juga dapat dipicu oleh gangguan irama jantung yang berbahaya. Meski demikian, sebagian besar kasus masih berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah yang terjadi secara tiba-tiba.

“Sekitar 90 persen kasus masih disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah mendadak,” tegasnya.

Dr. Hervin juga menyoroti penyebab utama keterlambatan penanganan pasien, di antaranya faktor risiko yang tidak disadari, gejala awal yang sering dianggap masuk angin, serta kebiasaan menunda untuk segera mencari pertolongan medis.

“Jika sudah muncul gejala serangan jantung, harus ditangani secepat mungkin. Jangan menunda, lebih baik segera datang ke rumah sakit untuk memastikan,” imbaunya.

Sementara itu, dokter spesialis bedah saraf RS Lira Medika Karawang, dr. Ismail Baselim, Sp.BS, F-NTB, FINS, FICS, menambahkan bahwa penyakit saraf seperti stroke kerap muncul tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Oleh karena itu, kecepatan penanganan stroke menjadi penentu utama dalam mencegah kecacatan permanen maupun risiko kematian.

Baca juga: Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Bojong, Ancam Lingkungan Sungai Citarum

Melalui pemaparan para dokter spesialis tersebut, RS Lira Medika Karawang menegaskan kesiapan layanan jantung dan stroke yang ditopang sistem terintegrasi, tenaga medis berpengalaman, serta fasilitas penunjang yang lengkap.

Dengan pendekatan layanan yang cepat, profesional, dan terpercaya, RS Lira Medika Karawang terus mengembangkan perannya sebagai pusat rujukan jantung dan stroke, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pekerja, tentang pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat penyakit kardiovaskular maupun neurologis. (*)