
KARAWANG – Dinas Sosial Kabupaten Karawang melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) terus menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah. Hingga hari ke-9 operasional dapur umum, tercatat lebih dari 11 ribu bungkus makanan siap saji telah didistribusikan kepada para penyintas banjir di Kabupaten Karawang.
Ketua Tagana Kabupaten Karawang, Roni Bocung, mengatakan dapur umum mulai beroperasi sejak Senin dini hari, 26 Januari 2026. Penyaluran bantuan difokuskan ke tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Karawang Barat, Telukjambe Barat, dan Telukjambe Timur.
Baca juga: Banjir Ganggu Pertanian Karawang, 3.685 Hektare Tanaman Padi Terancam
“Sejak hari pertama banjir, kami langsung membuka dapur umum untuk memastikan kebutuhan makanan warga terdampak banjir tetap terpenuhi,” ujar Roni.
Menurutnya, jumlah produksi makanan siap saji bersifat fluktuatif, menyesuaikan kondisi di lapangan dan jumlah warga terdampak banjir yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
“Pada masa puncak banjir, dapur umum bisa memproduksi sekitar 2.000 hingga 3.000 bungkus makanan siap saji per hari. Namun seiring surutnya banjir dan banyak warga kembali ke rumah, jumlah produksi menyesuaikan,” jelasnya.
Saat ini, dapur umum memproduksi sekitar 350 bungkus makanan siap saji per sekali masak. Dalam sehari, proses memasak dilakukan dua kali sehingga total distribusi mencapai sekitar 700 bungkus per hari.
Untuk distribusi bantuan, Tagana Kabupaten Karawang memprioritaskan wilayah yang masih membutuhkan. Di Kecamatan Telukjambe Barat, tepatnya Desa Karangligar, disalurkan sebanyak 250 bungkus makanan siap saji, sementara di Kecamatan Karawang Barat, Kelurahan Karawang Kulon, sebanyak 100 bungkus per sekali distribusi.
“Distribusi bantuan makanan siap saji dilakukan dua kali sehari, siang dan malam. Siang sekitar pukul 11.00 sampai 12.00 WIB, dan malam setelah Magrib,” kata Roni.
Ia menambahkan, pada kondisi darurat sebelumnya, dapur umum bahkan sempat memasak pada pagi hari untuk memenuhi permintaan besar dari camp pengungsian Resinda yang mencakup dua desa.
“Waktu itu kami menyalurkan hampir 1.000 bungkus makanan siap saji dalam satu hari,” ungkapnya.
Dalam operasional dapur umum, Tagana Kabupaten Karawang melibatkan sekitar 15 personel setiap hari secara bergiliran. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Pramuka, ibu-ibu Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta pegawai Dinas Sosial Kabupaten Karawang.
“Kami juga terus bersinergi dengan BPBD, khususnya terkait ketersediaan logistik seperti beras. Jika stok menipis, langsung kami koordinasikan,” ujarnya.
Baca juga: Pemdes Telukbuyung Salurkan 905 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir
Menu makanan siap saji yang disajikan dibuat bervariasi untuk memenuhi kebutuhan gizi warga terdampak banjir, mulai dari sarden, teri, telur rendang, dadar telur, hingga aneka sayuran seperti tumis tauge tahu, buncis, dan capcay.
Secara keseluruhan, jumlah personel Tagana Kabupaten Karawang mencapai 28 orang yang dibagi tugas antara dapur umum dan penanganan bencana di lapangan.
“Alhamdulillah hingga saat ini seluruh personel masih solid dan semangat. Mudah-mudahan kondisi ke depan semakin kondusif seiring menurunnya jumlah warga terdampak banjir,” pungkas Roni. (*)













