KARAWANG – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Karawang. Sebanyak tiga ruang kelas dan satu ruang perpustakaan milik Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, dilaporkan ambruk pada Kamis dini hari, 22 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.
​Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena terjadi di saat sekolah sedang kosong, kerugian materiil diperkirakan cukup besar.
Kondisi bangunan tampak luluh lantak dengan material atap dan plafon yang berserakan di lantai kelas, menghancurkan meja, kursi, serta koleksi buku di perpustakaan.
Baca juga:Â Bupati Karawang Tinjau Dapur Umum, Pastikan Kualitas Logistik bagi Warga Terdampak Banjir
​Menanggapi musibah ini, pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang, Ahmad Jayadi angkat bicara.
​”Kami sangat prihatin. Ini menyangkut nasib pendidikan anak-anak di pelosok Karawang,” kata pria yang akrab disapa Vijay.
Ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut.
​”Kami berharap Bupati Karawang dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang segera turun tangan melakukan langkah konkret untuk perbaikan,” ujar Vijay.
​Menurutnya, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten dan Kemenag sangat krusial agar renovasi bisa segera dilakukan tanpa terbentur birokrasi yang panjang.
“Hak belajar siswa tidak boleh terhenti akibat sarana prasarana yang tidak layak,” kata Vijay.
​Hingga saat ini, pihak sekolah masih berupaya menyelamatkan dokumen-dokumen penting dari reruntuhan perpustakaan.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan ke rumah warga atau sistem daring hingga ditemukan solusi ruang kelas pengganti.














