Beranda Headline Jelang SNBP 2026, Unsika Gelar Open House Penerimaan Mahasiswa Baru

Jelang SNBP 2026, Unsika Gelar Open House Penerimaan Mahasiswa Baru

28
Open house unsika
Ratusan siswa SMA mengikuti Open House Penerimaan Mahasiswa Baru Unsika. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Menjelang masa Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), momen ini menjadi perhatian utama bagi siswa-siswi SMA/MA atau sederajat dalam menyongsong jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Menyikapi hal tersebut, Unsika menyelenggarakan kegiatan Open House pada Rabu (21/1/2025) sebagai langkah pengenalan sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan Open House yang berlangsung di Aula Syech Quro ini juga menjadi sarana pengenalan dunia kampus serta program studi di lingkungan Unsika. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan siswa-siswi SMA se-Purwasukasi dan sekitarnya, sekaligus menegaskan posisi Unsika sebagai institusi pendidikan yang kredibel dan akuntabel.

Baca juga: Dosen UNSIKA: KUHP dan KUHAP Baru Harus Dipahami Secara Mendalam

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Unsika, Yayat Hendayana, menjelaskan bahwa konsep Open House sengaja diselenggarakan secara luring untuk menghindari bias informasi terkait SNBP dan Penerimaan Mahasiswa Baru.

“Konsep acara ini mengundang anak-anak SMA secara luar jaringan atau luring, guna menghindarkan mereka dari bias informasi,” tegas Yayat.

Ia menambahkan, apabila kegiatan dilakukan secara daring, sering kali informasi tidak dipahami secara utuh oleh peserta. Bahkan, siswa kelas XII masih kerap keliru memahami perbedaan program studi dengan akreditasi nasional unggul dan akreditasi internasional.

Ke depan, Unsika berencana memadukan kegiatan sosialisasi secara luring dan daring. Dalam pelaksanaan seleksi mandiri, Yayat menjelaskan bahwa Unsika memiliki mekanisme berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang menjalankan seleksi mandiri secara terpisah atau melalui konsorsium Mandiri PTN Barat dan Timur.

“Unsika masih merupakan PTN Badan Layanan Umum (BLU), sehingga tata kelola dan pendanaan berbeda dengan PTNBH,” jelasnya.

Dalam sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, Unsika tetap menggunakan tiga jalur seleksi, yakni SNBP, SNBT, dan ujian mandiri. Open House ini diikuti oleh siswa-siswi kelas XII dari sekitar 150 SMA di wilayah Purwasukasi, serta perwakilan sekolah dari Bogor, Indramayu, Bekasi, dan Cirebon.

Yayat menjelaskan bahwa seluruh proses Penerimaan Mahasiswa Baru Unsika setiap tahun dikoordinasikan langsung di bawah Rektor dan Wakil Rektor Akademik, serta mengacu pada kebijakan kementerian dan panitia pusat SNPMB.

Saat ini, Unsika memiliki sembilan fakultas dengan total 47 program studi pada jenjang D3, S1, dan S2. Sebanyak 24 program studi telah memperoleh akreditasi internasional ACQUIN dari lembaga yang berbasis di Jerman. Selain itu, Unsika juga membuka enam program studi baru, di antaranya Arsitektur, Kimia, Statistika, dan Teknologi Pertanian.

Ia menambahkan, Unsika juga telah memperoleh akreditasi internasional institusi dan terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi berskala nasional. Dalam dua tahun terakhir, jumlah mahasiswa dari luar wilayah Purwasukasi mengalami peningkatan signifikan, termasuk dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera.

Baca juga: Dukung Program Kemenkes, UNSIKA Fasilitasi Pemeriksaan HPV DNA di Karawang

Untuk tahun akademik 2026/2027, kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Unsika ditetapkan sekitar 4.000 mahasiswa. Yayat mengingatkan calon mahasiswa yang lolos jalur SNBP agar segera melakukan daftar ulang guna menghindari sanksi blacklist bagi sekolah asal.

Selain itu, Unsika terus mengembangkan sarana dan prasarana ramah difabel, termasuk penempatan ruang kelas dan praktikum di lantai bawah bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

“Unsika saat ini bukan lagi PTN lokal, melainkan telah menapaki jenjang nasional. Kami ingin siswa kelas XII tidak ragu memilih Unsika karena telah memiliki akreditasi setara dengan PTN mapan,” pungkasnya. (*)