
KARAWANG – Ratusan warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, mual, pegal-pegal hingga gatal-gatal.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Kepala Puskesmas Wanakerta, drg. Veronica Maulana, MKM, saat membuka pelayanan kesehatan di Pos Pelayanan Kesehatan Kantor Desa Karangligar, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: Pembangunan Rumah Panggung di Karangligar Terkendala Banjir yang Tak Kunjung Surut
drg. Veronica menjelaskan bahwa pihaknya telah membuka layanan Pustu (Puskesmas Pembantu) sejak banjir melanda Karangligar pada 5 Desember 2025. Pada hari-hari awal, pelayanan dilakukan di sekitar Pustu karena lokasi pengungsian berada tepat di sebelahnya.
Mulai 7 Desember, tim medis melakukan jemput bola ke berbagai titik pengungsian, terutama lokasi yang banyak dihuni lansia, balita, dan perempuan produktif.
Hingga saat ini, kata drg. Veronica, sebanyak 282 warga Karangligar telah diperiksa. Mayoritas mengeluhkan sakit kepala, pegal-pegal, serta gatal-gatal akibat kondisi banjir yang berkepanjangan.
“Didominasi sakit kepala, bisa karena kurang tidur atau berpindah tempat. Pegal-pegal karena mengangkat barang saat banjir, dan gatal-gatal karena paparan air banjir,” jelasnya.
Secara rinci, hingga 9 Desember tercatat:
- 44 orang sakit kepala,
- 34 orang pegal linu,
- 33 orang gatal-gatal,
- 31 orang mual,
- 18 orang batuk pilek.
Baca juga: Penanganan Banjir Karawang, Pemkab Dirikan Dapur Umum Selama 14 Hari
Selain itu, terdapat juga warga yang mengalami hipertensi, diare, sakit mata, lemas, hingga keluhan lutut. Mulai tanggal 9, keluhan batuk pun meningkat karena kondisi dingin serta aktivitas anak-anak bermain air di area banjir.
“Sudah tiga hari mereka berada di pengungsian. Malam dingin, kondisi lembap, dan paparan air banjir membuat banyak yang mengalami gangguan saluran pernapasan,” tutupnya. (*)













