Beranda Headline Banjir Rob Rendam SDN Ciparagejaya, Pemkab Karawang Siapkan Renovasi

Banjir Rob Rendam SDN Ciparagejaya, Pemkab Karawang Siapkan Renovasi

41
SDN Ciparagejaya
Bupati Karawang meninjau SDN Ciparagejaya yang terendam banjir rob, memastikan langkah penanganan cepat dan renovasi ruang kelas. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang meninjau SDN Ciparagejaya di Kecamatan Tempuran yang terendam banjir rob akibat luapan air laut. Kunjungan dilakukan langsung oleh Bupati Karawang bersama Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melihat kondisi sekolah sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Karawang untuk melakukan renovasi dan meninggikan bangunan ruang kelas. Upaya ini dilakukan agar SDN Ciparagejaya tidak kembali terdampak banjir rob di masa mendatang dan proses belajar mengajar tetap berjalan normal.

Baca juga: Program Rumah Panggung Jadi Solusi di Tengah Banjir Karangligar

“Hari ini saya melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan proses penanganan dapat segera dilakukan. Bangunan ruang kelas di SDN Ciparagejaya akan kita renovasi dan tinggikan agar tidak lagi terendam banjir rob, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujar Bupati.

Selain penanganan infrastruktur sekolah, Pemkab Karawang juga tengah menyusun strategi penanggulangan banjir rob di wilayah pesisir utara Karawang. Kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar dampak bencana terhadap aktivitas masyarakat, terutama dunia pendidikan, dapat diminimalkan.

Baca juga: Pemda Karawang Galang Donasi Untuk Korban Banjir Aceh dan Sumut

“Bersama Sekda, Asda, dan Kepala OPD terkait, kami menyusun langkah cepat dan terintegrasi. Kolaborasi dan gerak cepat adalah kunci agar masyarakat, terutama anak-anak di SDN Ciparagejaya, tetap dapat belajar tanpa hambatan,” jelasnya.

Peninjauan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Karawang untuk terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat terdampak dan menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah pesisir yang rentan bencana. (*)