BEKASI — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua DPP Partai Golkar serta Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dan pendidikan politik berbasis data sebagai bagian dari road map kemenangan Partai Golkar Jawa Barat menuju Pemilu 2029.
Penegasan itu disampaikan pria yang akrab disapa “Kang Ace” saat membuka kegiatan Pendidikan Politik Partai Golkar yang diikuti jajaran pengurus tingkat provinsi, kabupaten/kota, anggota DPRD, hingga kepala daerah kader Golkar, di Hotel Nuanza, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat, para Ketua DPD Golkar kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta sejumlah kepala daerah muda kader Golkar dari Kabupaten Subang dan Majalengka.
Golkar Jabar Mesin Politik Terbesar Nasional
Dalam sambutannya, Kang Ace memaparkan capaian signifikan Partai Golkar Jawa Barat pada Pemilu 2024 yang menempatkan provinsi tersebut sebagai penyumbang suara terbesar secara nasional.
“Dari sebelumnya 14 kursi DPR RI, Alhamdulillah meningkat menjadi 17 kursi. Untuk DPRD Provinsi naik dari 16 menjadi 19 kursi, sedangkan DPRD kabupaten/kota naik dari 195 menjadi 208 kursi. Ini adalah modal politik besar yang harus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Aep Syaepuloh Sahkan Perda SPAM dan APBD 2026 di Rapat Paripurna DPRD Karawang
Ia menekankan bahwa strategi menghadapi Pemilu 2029 harus dibangun di atas analisis data yang akurat, bukan sekadar asumsi.
“Seluruh target harus berbasis data. Dengan data, kita bisa memetakan kekuatan, membaca potensi suara, dan merancang langkah strategis untuk penambahan kursi,” ujarnya
Ingatkan Incumbent Rawat Konstituen
Dalam kesempatan tersebut, Kang Ace juga mengingatkan seluruh kader, khususnya anggota legislatif yang tengah menjabat (incumbent), untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat.
“Saya minta para incumbent rajin turun ke lapangan. Rawat konstituen lama, kuatkan basis, dan hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jabatan politik harus memberi dampak langsung pada kemenangan Golkar di masa depan,” katanya.
Ia berharap pendidikan politik ini menjadi momentum memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kapasitas kader dalam menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan.














