
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Komisi V DPR RI membahas rencana pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk konektivitas transportasi massal yang lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
Rapat koordinasi digelar bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta Direktorat Jenderal Bina Marga.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan, rencana pembangunan KRL sebelumnya telah dijajaki bersama Kementerian Perhubungan, dan pertemuan kali ini menjadi penguatan komitmen untuk percepatan realisasinya.
Baca juga: Diskominfo Karawang Gelar Bimtek Pengelolaan Media Sosial untuk Tingkatkan Komunikasi Publik
“Hasil rapat hari ini memperkuat komitmen tersebut,” ujar Bupati Aep pada Kamis, 27/11/2025.
Dalam pembahasan tersebut, jalur KRL direncanakan tersambung dari Cikarang menuju Karawang hingga Cikampek. Pemerintah menargetkan pembangunan mulai direalisasikan pada tahun 2026.
“Kebutuhan jalur KRL cukup besar karena banyak warga Karawang bekerja di Bekasi dan sebaliknya,” paparnya.
Dirjen Perkeretaapian dijadwalkan meninjau langsung kesiapan kawasan Karawang dan Cikampek. Pemerintah daerah juga diminta berkolaborasi dalam penyiapan infrastruktur pendukung akses jalur KRL.
Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Komisi V DPR RI, terutama untuk penyambungan jalur di wilayah perbatasan Karawang–Bekasi. Di wilayah Bekasi, pembangunan akan ditangani oleh Deltamas, sedangkan di Karawang oleh Trans Heksa yang menghubungkan ke Stasiun KCIC.
Baca juga: Bupati Aep Syaepuloh Sahkan Perda SPAM dan APBD 2026 di Rapat Paripurna DPRD Karawang
Tantangan utama berada di area Cikampek karena diperlukan pembukaan akses jalan baru. Kementerian Perhubungan dan PT KAI dijadwalkan meninjau lokasi untuk memastikan kesiapan teknis.
Sebagai informasi tambahan, KRL direncanakan beroperasi hingga pukul 23.00 setiap harinya. (*)













