Beranda Headline Rido Pulanggar, Anak Disabilitas Korban Penganiayaan di Karawang Tutup Usia

Rido Pulanggar, Anak Disabilitas Korban Penganiayaan di Karawang Tutup Usia

18
Rido Tungguga
Rido Tungguga, anak disabilitas korban pengeroyokan di Cilamaya Wetan, meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di RSUD Bayu Asih Purwakarta. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Kasus pengeroyokan terhadap anak disabilitas di Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, berujung tragis. Korban bernama Rido Pulanggar (15) dinyatakan meninggal dunia di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Tim Hukum Kelurahan Sindang Kasih Purwakarta, Aris Nurjaman, yang selama ini mendampingi keluarga korban.

“Telah meninggal dunia Rido Pulanggar, korban pengeroyokan massa di Dusun Ondang 1 RT 006 RW 003, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, di RSUD Bayu Asih Purwakarta sekira pukul 12.00 WIB,” ujar Aris kepada media.

Baca juga: Kasus Anak Disabilitas Dikeroyok di Cilamaya Resmi Diproses Polres Karawang

Sebelumnya, pada Selasa (11/11), tim kuasa hukum bersama ibu angkat korban, Rani, telah melaporkan kasus penganiayaan terhadap anak disabilitas ini ke Polres Karawang. Laporan tersebut diterima secara resmi melalui Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) bernomor STTLP/B/1308/XI/2025/SPKT/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT.

Menurut Rani, anak angkatnya Rido sudah dalam kondisi kritis sejak masuk RSUD Karawang pada Rabu (5/11), lalu dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta pada Kamis (6/11). Meskipun telah menjalani operasi kepala pada Minggu (9/11), kondisi Rido tak kunjung membaik.

“Operasi berjalan lancar, tapi luka pukul di kepala cukup parah sehingga kesadarannya terus menurun,” ungkap Rani dengan suara bergetar.

Baca juga: Anak Disabilitas Korban Pengeroyokan Alami Pendarahan Berat, Dokter Sarankan Operasi Darurat

Tim hukum memastikan bahwa jenazah Rido akan menjalani otopsi di RS Sartika Asih, Bandung, untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Kasus penganiayaan anak disabilitas di Karawang ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan segera mendapat keadilan. (*)