
KARAWANG – Warga Desa Jayamulya dan Desa Cemarajaya di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang mengeluhkan tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur Cibuaya–Cemarajaya. Kondisi gelap total di jalur sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa jalur tersebut tidak pernah memiliki PJU sejak puluhan tahun lalu. Ia menuturkan, meski kondisi jalan sudah baik, suasana malam sangat gelap karena kiri kanan berupa area pesawahan.
“Jalan dari Cibuaya ke Cemarajaya itu tidak ada lampu sama sekali. Dari saya kecil belum pernah ada PJU. Kalau motor lampunya redup, sudah gelap gulita, rawan juga karena kiri kanan sawah,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Baca juga: Anak Disabilitas Korban Pengeroyokan Alami Pendarahan Berat, Dokter Sarankan Operasi Darurat
Warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait PJU kepada pemerintah, termasuk saat kunjungan Bupati terdahulu dan kepada anggota DPRD setempat, namun hingga kini belum direalisasikan.
Kebutuhan PJU Belum Tercukupi
Plt. Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Karawang, Niken Dihe Lifitri Desky, membenarkan bahwa Kecamatan Cibuaya termasuk wilayah yang masih memerlukan penambahan PJU. Dishub telah memetakan kebutuhan PJU di seluruh Kabupaten Karawang.
“Ada 627 ruas jalan kabupaten, dan kebutuhan ideal PJU hampir 34 ribu titik. Saat ini baru tersedia 11.223 PJU, sementara total kebutuhan berdasarkan hasil kajian kami mencapai 49.693 PJU,” jelas Niken.
Ia menyebut pembangunan PJU dilakukan bertahap setiap tahun. Prioritas diberikan pada jalur lalu lintas tinggi, jalur mudik, daerah rawan maling, dan lokasi rawan kecelakaan.
“Memang belum merata, tapi semuanya bertahap. Kami proses dan secara perlahan akan kita terangin,” katanya.
Lebih dari 10 Ribu Warga Melintas Tanpa Penerangan
Jalur yang dikeluhkan warga merupakan akses utama bagi masyarakat Desa Jayamulya dan Desa Cemarajaya. Berdasarkan data Disdukcapil Karawang Semester 1 Tahun 2025, jumlah penduduk dua desa itu mencapai 10.653 jiwa, seluruhnya bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas harian.
Baca juga: Diskuk Jabar Gelar Pelatihan Koperasi Merah Putih di Karawang, 309 Koperasi Dibina
Tanpa adanya PJU, warga harus menempuh jalan gelap total dengan risiko keamanan dan kecelakaan yang meningkat. (*)













