Beranda Headline Ketua DPRD Karawang Bacakan Pesan Perjuangan di Hari Pahlawan Nasional

Ketua DPRD Karawang Bacakan Pesan Perjuangan di Hari Pahlawan Nasional

8
Hari pahlawan Nasional
Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin membacakan pesan perjuangan pada upacara Hari Pahlawan Nasional. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Ketua DPRD Kabupaten Karawang Endang Sodikin membacakan pesan-pesan perjuangan para pahlawan bangsa pada upacara yang digelar di Plaza Pemda Karawang, Senin (10/11/2025).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.” Tema tersebut mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam membangun negeri dan tidak sekadar dikenang sebagai catatan sejarah.

Dalam suasana upacara yang berlangsung khidmat, Endang Sodikin membacakan kutipan pesan perjuangan dari sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

Baca juga: KONI Karawang Targetkan 40 Cabor Lolos, Siap Kejar Medali Emas di Porprov Jawa Barat

“Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka hanyalah letupan emosi, bukan perjuangan.” – Dr. Cipto Mangunkusumo

“Lemah badan bukan alasan untuk tunduk, sebab jiwa bisa lebih tajam dari keris.” – Nyi Ageng Serang

“Hidup untuk rakyat, mati untuk kehormatan.” – Pangeran Antasari

“Jangan berharap hidup tenang selama kemerdekaan belum penuh.” – Sisingamangaraja XII

“Tanah ini bukan milik segelintir orang, tetapi rumah bagi semua anak Indonesia.” – Frans Kaisiepo

Endang menegaskan bahwa pesan-pesan tersebut merupakan warisan nilai perjuangan yang harus terus dijaga dan diamalkan. Semangat kepahlawanan, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kerja keras, kejujuran, pengabdian, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Baca juga: Diskuk Jabar Gelar Pelatihan Koperasi Merah Putih di Karawang, 309 Koperasi Dibina

“Semangat Hari Pahlawan harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk memperkuat persatuan dan terus mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama dan refleksi makna kemerdekaan di tengah tantangan zaman yang terus berubah. (*)