Beranda Ekonomi & Bisnis Bukan Karena Pemborongan, Ini Penyebab Sebenarnya Harga Telur Ayam Naik

Bukan Karena Pemborongan, Ini Penyebab Sebenarnya Harga Telur Ayam Naik

16
Kenaikan harga telur ayam
Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Karawang naik hingga Rp32 ribu per kilogram akibat cuaca buruk. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Harga telur ayam di wilayah Karawang terus mengalami kenaikan signifikan. Dari harga sebelumnya Rp27.000–Rp28.000 per kilogram, kini tembus hingga Rp32.000 per kilogram. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena berdampak langsung pada kebutuhan pokok harian.

Winda, pegawai bagian pengolahan data, menjelaskan bahwa kenaikan harga telur ayam dipengaruhi oleh cuaca buruk yang membuat produksi menurun.

“Sekarang cuaca tidak menentu, kadang hujan, kadang panas. Hal itu membuat pasokan telur di lapangan menurun karena ayam rentan terhadap perubahan cuaca,” ujarnya.

Baca juga: Harga Telur di Pasar Johar Melonjak, Diduga Akibat Borongan Dapur Program MBG

Menurutnya, banyak peternak kini kesulitan menjaga produktivitas ayam akibat suhu ekstrem dan tingkat stres hewan yang meningkat. “Beberapa peternak bahkan harus mencari supplier lain karena produksi turun,” tambahnya.

Ketua Tim Pengendali Perdagangan Dalam Negeri, Eropa Merah, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem berdampak langsung terhadap perilaku ayam petelur.

“Ayam bisa terkejut mendengar suara petir. Ketika terkejut, ayam saling beradu di kandang, sehingga menyebabkan luka internal dan menurunkan produktivitas telur,” jelasnya.

Eropa juga membantah isu bahwa kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh aksi pemborongan dari pihak tertentu.

“Tidak benar kalau harga naik karena diborong oleh pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Faktor utamanya tetap cuaca,” tegasnya.

Ia menambahkan, barang eceran cenderung lebih cepat rusak dibandingkan grosir. “Harga eceran naik karena penyimpanan sulit di tengah cuaca ekstrem, sementara grosir relatif stabil,” kata Eropa.

Baca juga: Kembali Digelar, Ratusan Warga Karawang Ikuti Seleksi Magang ke Jepang Tahap Dua

Untuk menekan dampak inflasi pangan, Winda menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan pasar murah agar masyarakat tetap dapat membeli telur ayam dengan harga terjangkau.

“Kami berusaha agar harga tetap stabil di pasar melalui program pasar murah,” pungkasnya. (*)