
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab Karawang) memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam bazar UMKM peringatan Hari Jadi Karawang, Jumat (19/9/2025). Acara yang digelar di Aula Husni Hamid itu berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta.
Bupati Karawang bersama jajaran turut hadir sekaligus menyerahkan hadiah menarik, tidak hanya bagi pelaku UMKM terbaik, tetapi juga kepada para pendamping yang aktif membina pelaku usaha.
Baca juga: Kepedulian Sosial, Bupati Karawang Fasilitasi THL Disabilitas Pergi Umrah
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, Dindin, menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah menyiapkan bantuan produksi sebanyak 2.398 unit yang disalurkan dalam tujuh tahap. “Hari ini kami menyalurkan 235 alat dari 9 kategori, mulai dari gerobak, peralatan tata busana, hingga perlengkapan usaha kecil lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, program bantuan itu didukung dengan anggaran sekitar Rp12 miliar yang bersumber dari APBD, termasuk pokok-pokok pikiran anggota dewan. “Bantuan ini bukan hanya berupa alat, tetapi juga pendampingan. Proposal diverifikasi dan dicek langsung ke lapangan agar benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Dindin menekankan bahwa program pendampingan UMKM tidak berhenti pada penyerahan bantuan saja. Para pelaku usaha akan terus dipantau dan didampingi selama setahun penuh agar bisnis mereka berkembang sesuai amanat Bupati.
“UMKM maju dipengaruhi banyak faktor, mulai dari alat produksi, perizinan, kemasan, hingga strategi pemasaran. Ke depan, Pemkab Karawang mendorong digitalisasi agar produk lokal lebih mudah dipasarkan secara online,” tuturnya.
Baca juga: Kemenhub Percepat Pembangunan Akses Jalan ke Stasiun Kereta Cepat Karawang
Acara juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize untuk kategori UMKM terfavorit, tertib, dan terinovatif. Meski digelar sederhana, semangat para pelaku usaha tetap tinggi.
Dindin berharap kegiatan ini menjadi pemicu agar UMKM Karawang terus berinovasi dan menghadirkan produk yang otentik serta berdaya saing tinggi. “Contohnya produk Monsela yang terus berinovasi. UMKM lain pun harus mampu menciptakan produk unik, bukan sekadar meniru,” pungkasnya. (*)













