Beranda Headline Polemik Pembangunan THM Holywings di Karawang, Penolakan vs Dukungan

Polemik Pembangunan THM Holywings di Karawang, Penolakan vs Dukungan

44
Thm holywings
Ratusan warga Karawang menggelar aksi protes menolak pembangunan THM Holywings di Jalan Tuparev. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Ratusan massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah umat muslim di Karawang menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan Tempat Hiburan Malam (THM) Holywings di eks Gedung Teater Karawang, Jalan Tuparev, Jumat (19/9/2025).

Massa aksi memulai long march dari Masjid Al-Jihad sekitar pukul 14.00 WIB menuju Kantor Pemda Karawang, sebelum akhirnya mendatangi langsung lokasi pembangunan THM Holywings. Di lokasi, mereka berorasi serta membentangkan spanduk besar bertuliskan penolakan keras terhadap pembangunan tersebut.

Baca juga: Kemenhub Percepat Pembangunan Akses Jalan ke Stasiun Kereta Cepat Karawang

“Kami FPI dan umat Islam menolak keras kelanjutan pembangunan tempat ini karena menyalahi ajaran Islam,” tegas salah satu orator.

Namun, pembangunan THM Holywings di Karawang ini menimbulkan pro dan kontra. Sebagian warga setempat menolak, sebagian lainnya mendukung dengan alasan ekonomi.

Kisen, warga Babakan Cianjur, menilai situasi masih bergejolak. “Di satu sisi bisa membuka lapangan kerja, tapi Karawang itu kota religi. Kalau dibangun tempat hiburan seperti ini, memang sangat sensitif,” ujarnya.

Sementara Ade, warga Gang Santiong, mengaku tidak keberatan. “Saya setuju saja, karena pedagang dan pelaku usaha di sekitar juga bisa terdampak positif dari pengunjung THM Holywings,” katanya.

Baca juga: Gubernur Jabar: Hanya 25 Rumah Panggung Dibangun di Desa Karangligar

Agus, seorang pekerja bangunan di proyek tersebut, juga menyatakan dukungannya. “Kalau ditutup, saya nganggur. Sekarang ini mata pencaharian saya untuk anak istri,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pembangunan THM Holywings di Karawang masih terus berlangsung di tengah gelombang aksi penolakan sebagian warga. (*)