
PURWAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta meningkatkan langkah kesiapsiagaan bencana sebagai respons atas meningkatnya aktivitas seismik Sesar Lembang yang dalam sepekan terakhir memicu tiga kali gempa bumi bermagnitudo rendah.
Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan pihaknya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Baca juga: BNPB Pastikan Pemulihan Dampak Gempa Karawang Tepat Sasaran
“Kami berupaya meningkatkan mitigasi bencana agar masyarakat lebih siap jika terjadi gempa. Kegiatan sosialisasi dan edukasi terus dilakukan di desa-desa rawan,” ujarnya di Purwakarta, Jumat (22/8).
Menurutnya, sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) difokuskan di desa yang berpotensi terdampak langsung aktivitas Sesar Lembang, seperti Desa Pusakamulya (Kiarapedes), Desa Babakan (Wanayasa), Desa Bojong Timur (Bojong), dan sejumlah wilayah lainnya.
Selain sosialisasi, BPBD juga menyiapkan rambu-rambu informasi bencana, jalur evakuasi, dan titik kumpul yang mudah diakses masyarakat. Upaya ini penting agar warga memiliki panduan visual saat terjadi keadaan darurat.
Meski Purwakarta tidak dilalui langsung jalur Sesar Lembang, sejumlah kecamatan tetap berpotensi terdampak, di antaranya Kiarapedes, Wanayasa, Bojong, Darangdan, serta sebagian wilayah Sukatani dan Tegalwaru.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, BPBD Purwakarta sebelumnya telah menggelar simulasi bencana dengan melibatkan siswa, relawan, dan tim BPBD. Simulasi ini dirancang untuk melatih masyarakat menghadapi potensi gempa bumi dengan skenario kekuatan tertentu.
Baca juga: Banjir Rob Karawang, Warga Sedari Belum Dapat Bantuan Logistik
“Simulasi ini bukan sekadar latihan rutin, tapi upaya penting untuk meningkatkan kesadaran, kepercayaan diri, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tambah Heryadi.
BPBD berharap langkah ini mampu mengurangi risiko serta dampak negatif yang mungkin timbul apabila gempa bumi besar benar-benar terjadi. (*)













