Beranda Ekonomi & Bisnis Lesu Jualan Bendera di Karawang, Pedagang: Yang Dicari Malah One Piece!

Lesu Jualan Bendera di Karawang, Pedagang: Yang Dicari Malah One Piece!

27
Bendera One Piece
Fariz (20), pedagang bendera musiman yang mangkal di sekitar Pemda II Karawang (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, sejumlah pedagang bendera merah putih musiman di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan lesunya penjualan tahun ini.

Salah satunya adalah Fariz (20), pedagang bendera musiman yang mangkal di sekitar Pemda II Karawang. Ia mengaku sudah mulai berjualan sejak 28 Juli 2025, namun hasilnya jauh dari harapan.

“Dibanding tahun sebelumnya, penjualan turun. Banyak yang dagang soalnya, jadi sepi. Sehari paling dapet Rp50 ribu, padahal dulu bisa sampai Rp500 ribu,” ujar Fariz saat ditemui pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Baca juga: Ulang Tahun di Bulan Agustus? Berenang Gratis di Wonderland Karawang!

Fariz sendiri bukan warga Karawang. Ia datang dari Garut hanya untuk menjajakan bendera merah putih buatan pamannya. Aktivitas ini ia tekuni sejak dua tahun lalu, setelah sulit mendapatkan pekerjaan pasca lulus SMA.

“Keinginan sendiri, lumayan buat makan sehari-hari. Cari kerja sekarang susah,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ade (29), pedagang bendera lainnya yang biasa berjualan di sekitar Taman Ade Irma Karawang. Ia menyebut penjualan tahun ini turun drastis hingga 70 persen.

“Karena sekarang banyak yang beli online. Harganya lebih murah. Saya sudah 5 tahun jualan di Karawang, tapi sekarang benar-benar sepi. Biasanya kalau Agustus, bendera cepat habis,” ungkapnya.

Menariknya, alih-alih membeli bendera merah putih, justru banyak warga yang datang menanyakan bendera One Piece.

“Justru lebih banyak yang nanya bendera One Piece, tapi saya gak jual,” ujar Ade sambil tersenyum kecut.

Baca juga: Jelang 17 Agustus, Karawang Tegas Larang Pengibaran Bendera One Piece

Meski kondisi pasar tidak menggembirakan, para pedagang tetap memilih bertahan hingga 17 Agustus dengan harapan akan ada lonjakan pembeli di hari-hari terakhir menjelang Hari Kemerdekaan.

“Sampai tanggal 17 Agustus saya tetap jualan, siapa tahu ada rezekinya,” tutup Ade. (*)