
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menyambut positif peningkatan status BJB Syariah Karawang dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) menjadi Kantor Cabang (KC). Langkah strategis ini dinilai dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Karawang, khususnya di sektor agrikultur dan industri.
Asisten Daerah III (Asda III) Karawang, Arief Bijaksana Mariugo mengatakan bahwa masyarakat Karawang memberikan respons antusias atas peningkatan status BJB Syariah Karawang ini.
Baca juga: 521 PPPK Karawang Terima SK, Sekda: Jadilah Penggerak Pelayanan Publik
“Perubahan status ini selaras dengan semangat Karawang Maju, serta mendukung perkembangan ekonomi lokal yang berbasis industri dan agrikultur Karawang,” ujar Arief dalam acara peresmian, Rabu (10/7/2025).
Menurutnya, agrikultur Karawang merupakan salah satu kekuatan utama daerah. Saat ini, Karawang memiliki sekitar 101.000 hektare lahan sawah, terutama di wilayah Rengasdengklok. Dari jumlah tersebut, 87.000 hektare telah dilindungi melalui Peraturan Daerah (Perda), dan tidak dapat dialihfungsikan.
“Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo mengenai ketahanan pangan nasional. Karawang pernah menjadi lumbung beras terbesar kedua di Indonesia setelah Indramayu, dengan total produksi mencapai lebih dari 1 juta ton,” jelas Arief.
Pemkab Karawang saat ini tengah mendorong upaya peningkatan produktivitas pertanian, antara lain melalui riset pH tanah, penggunaan pupuk organik, dan pemberian asuransi gagal panen kepada petani.
Selain sektor pertanian, ekonomi Karawang juga ditopang oleh kekuatan industri. Tercatat ada 7 kawasan industri besar di wilayah selatan Karawang, yang dapat terlihat jelas dari akses jalan tol. Lebih dari 1.200 pabrik telah beroperasi di kawasan ini.
“Populasi Karawang mencapai 2,6 juta jiwa, bahkan melebihi 3 juta jika menghitung pendatang aktif. Kondisi ekonomi Karawang tetap terkendali dengan inflasi di angka 1,7 persen,” tambahnya.
Baca juga: Disparbud Karawang Luncurkan Website Sagawang, Digitalisasi Cagar Budaya Dimulai
Pemerintah daerah menargetkan investasi senilai Rp100 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Dengan hadirnya BJB Syariah Karawang sebagai Kantor Cabang penuh, Arief optimistis akan ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
“BJB Syariah Karawang kini memiliki peran lebih besar untuk ikut mendorong akses perbankan syariah yang inklusif, sejalan dengan pembangunan ekonomi Karawang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)













