Beranda Headline Kemarau Mundur, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Oktober

Kemarau Mundur, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Oktober

25
Cuaca ekstrem
Langit mendung di beberapa daerah Indonesia (Foto: Istimewa)

beritapasundan.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa anomali musim kemarau tahun 2025 telah memicu cuaca ekstrem berkepanjangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer yang tidak lazim telah menyebabkan musim kemarau mundur dan hanya 30 persen wilayah Zona Musim yang memasuki musim kering hingga akhir Juni 2025.

Baca juga: Angkot Pecah Ban di Tol Jagorawi, Lima Penumpang Terluka

“Padahal secara klimatologis, pada waktu yang sama biasanya sudah 64 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau,” ungkap Dwikorita, dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (9/7/2025).

Ia menyebut, lemahnya Monsun Australia dan tingginya suhu muka laut di selatan Indonesia menyebabkan tingginya kelembapan udara. Hal ini berdampak pada terbentuknya awan hujan, bahkan di periode yang seharusnya kering.

Selain itu, aktifnya fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equator turut memperbesar potensi cuaca ekstrem melalui pembentukan awan konvektif yang masif.

“Meskipun ENSO dan IOD berada dalam fase netral dan diprediksi netral hingga akhir tahun, curah hujan di atas normal masih terjadi di banyak wilayah sejak Mei, dan diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2025,” jelasnya.

Baca juga: Banjir Karawang Diprediksi Meningkat, Warga Diminta Waspada

BMKG mencatat, dampak cuaca ekstrem mulai terasa, ditandai hujan lebat lebih dari 100 mm per hari di sejumlah daerah pada 5–6 Juli lalu, termasuk Bogor, Mataram, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan wilayah Jabodetabek.

Akibatnya, terjadi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan terganggunya aktivitas masyarakat di berbagai wilayah. (*)