
KARAWANG – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar acara bertema “Dari Keluarga untuk Karawang Maju” di Plaza Pemda Karawang, Senin (7/7/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nasional (DPPKBN) Karawang, dan dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaefullah, serta Kepala DPPKBN Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi pembangunan. Menurutnya, rumah dan meja makan adalah tempat pertama lahirnya diskusi, pendidikan karakter, hingga terbentuknya generasi yang tangguh.
“Hari Keluarga Nasional ini mengingatkan kita bahwa pembangunan dimulai dari rumah. Pelukan ibu dan didikan ayah adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi unggul,” ujarnya.
Baca juga: Pasanggiri Jaipong Ringkang Gumilang 2025: Semangat Lestarikan Seni Tari Sunda di Karawang
Ia menyebut, tema yang diangkat tahun ini sangat selaras dengan semangat pembangunan daerah. Melalui peran keluarga, Kabupaten Karawang dapat terus tumbuh menjadi wilayah yang maju, sejahtera, dan inklusif.
Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap Kepala DPPKBN Karawang, Sofi, yang akan segera memasuki masa purnabakti. Menurutnya, kepemimpinan Sofi telah banyak mendorong penguatan program Keluarga Berencana (KB) dan edukasi masyarakat dari tingkat desa hingga RT dan RW.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aep juga menyoroti tantangan serius yang masih dihadapi Karawang, yakni persoalan stunting. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen menjalankan langkah konkret untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya.
“Upaya pencegahan stunting sudah kami lakukan sejak saya menjabat sebagai Wakil Bupati. Hasilnya cukup positif berkat kolaborasi antarinstansi,” ungkapnya.
Untuk memperkuat langkah tersebut, mulai Agustus hingga Desember 2025, Pemkab Karawang akan menggelar intervensi masif bersama Dinas PRKP, Dinas Kesehatan, dan sektor sanitasi.
“Kami akan menggencarkan program pemberian dua butir telur per hari, disertai makanan tambahan. Asupan gizi yang tepat sangat efektif mencegah dan mengatasi stunting, asal tidak terlambat penanganannya,” jelas Bupati Aep.
Baca juga: Aktivis Soroti Ketimpangan Gender dalam Program KB di Karawang
Ia juga menyoroti fakta bahwa sekitar 49% penduduk Karawang adalah perempuan. Hal ini menjadi alasan penting untuk terus memperkuat peran keluarga, khususnya ibu, dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.
“Kami sebagai ASN akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Karena Karawang yang maju harus dimulai dari keluarga yang sehat dan kuat,” tutupnya. (*)













