beritpasundan.com – Jaringan SPBU Shell di Indonesia kini resmi berpindah tangan. Dua perusahaan, Citadel Pacific Limited (CPL) asal Filipina dan Sefas Group dari Indonesia, telah menjadi pemilik baru dan pengelola operasional seluruh jaringan SPBU Shell Indonesia.
Pihak Shell Indonesia telah mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan operasional, termasuk distribusi dan pasokan bahan bakar minyak (BBM), kini dikelola oleh Citadel dan Sefas. Hal ini mencakup jaringan SPBU serta rantai pasok BBM-nya.
Meskipun begitu, Shell tidak benar-benar hengkang dari Indonesia. Mereka tetap hadir dalam bentuk kerja sama strategis dengan para pemilik baru tersebut.
Baca juga: Program Asuransi Mikro Lindungi UMKM Mitra Alfamart dari Risiko Usaha
Langkah akuisisi ini memunculkan pertanyaan publik: siapa sebenarnya Citadel Pacific dan Sefas Group yang kini memegang kendali atas SPBU Shell Indonesia?
Citadel Pacific Limited: Pengelola Shell Kawakan di Asia Pasifik
Citadel Pacific Limited (CPL) adalah perusahaan keluarga asal Filipina yang berdiri sejak 1983 dan kini didukung oleh Ontario Teachers’ Pension Plan, salah satu dana pensiun terbesar di dunia.
Citadel memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan SPBU Shell di berbagai wilayah Asia Pasifik, seperti Guam, Saipan, Republik Palau, Makau, dan Hong Kong. Dengan latar belakang ini, Citadel bukanlah pemain baru dalam industri distribusi energi.
Portofolio bisnis Citadel sangat beragam, meliputi distribusi minyak dan gas, properti industri, layanan darat bandara, katering penerbangan, hingga penyediaan tenaga kerja.
Salah satu langkah penting Citadel adalah akuisisi aset Shell di Mikronesia pada 2010 dan kemitraan dengan ITOCHU untuk mengelola unit LPG milik Pilipinas Shell. Pada 2021, Citadel juga mengambil alih bisnis LPG ExxonMobil di Hong Kong dan Makau.
Kini, Citadel mulai merambah sektor energi terbarukan dan infrastruktur digital seperti tenaga surya dan pusat data. Pendekatan ini menegaskan posisi Citadel sebagai operator aktif yang siap menghadapi dinamika industri energi global.
Sefas Group: Pemain Lokal yang Berkembang Pesat
Sefas Group, perusahaan Indonesia yang kini menjadi mitra strategis Citadel dalam mengelola SPBU Shell Indonesia, telah menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak berdiri pada 1997. Didirikan oleh Herman Soegeng dan Ricky Roesly, Sefas awalnya dikenal sebagai distributor pelumas Shell melalui PT Sefas Pelindotama.
Seiring waktu, Sefas memperluas jangkauan ke berbagai kota besar dan mengembangkan anak perusahaan seperti PT Cahaya Samoedera Bersaudara (Samoedera) yang kini menjadi distributor pelumas Shell Marine terbesar di dunia.
Baca juga: Manajemen RSUD Karawang Sambut Baik Kunjungan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Karawang
Selain itu, Sefas juga terjun ke sektor kimia otomotif lewat PT Blue Coolant Indonesia dan energi hijau melalui PT Energi Hijau Samoedra Bersaudara. Dengan lebih dari 20 kantor dan gudang di seluruh Indonesia, Sefas menjadi mitra distribusi energi nasional yang efisien dan adaptif.
Dampak Bagi SPBU Shell Indonesia
Akuisisi oleh Citadel Pacific dan Sefas Group menghadirkan peluang baru bagi SPBU Shell Indonesia. Citadel membawa keunggulan jaringan internasional dan kapabilitas ekspansi global, sementara Sefas memiliki pemahaman lokal yang kuat serta jaringan distribusi yang andal di dalam negeri.
Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan layanan SPBU yang lebih modern, cepat, dan berkualitas, sekaligus membuka jalan bagi inovasi produk bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat Indonesia. (*)














