Beranda Headline Petugas Palang Pintu Kereta di Karawang Tetap Bertugas Saat Lebaran

Petugas Palang Pintu Kereta di Karawang Tetap Bertugas Saat Lebaran

102
Petugas palang pintu kereta api
Petugas palang pintu kereta api di Karawang. Asep Hidayat Nurmansyah (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Menjelang Lebaran, lalu lintas di jalur perlintasan rel kereta api Tuparev Karawang tetap ramai lancar meski cuaca terik menyengat. Pengendara tampak berlalu lalang tanpa menyadari keberadaan sebuah pos kecil di samping rel kereta api.

Dalam pos tersebut, seorang petugas palang pintu kereta api bertugas dengan penuh tanggung jawab. Asep Hidayat Nurmansyah, pria yang telah menjalani profesi ini sejak 2014, tampak sigap memantau setiap pemberitahuan kereta yang akan melintas.

Sebagai petugas palang pintu di perlintasan Tuparev Karawang, Asep bekerja selama 8 jam sehari dalam sistem shift. Ia menjelaskan bahwa di pos tersebut terdapat empat petugas yang bekerja bergantian, dengan satu orang selalu berjaga di pos dan satu orang mendapat libur setiap hari.

Baca juga: Sidang Isbat: Idulfitri 1446 H Serempak Jatuh pada 31 Maret 2025

“Ada 4 petugas, kerja dibagi 3 shift. Setiap hari ada satu yang berjaga, sementara satu orang mendapat libur. Saat Lebaran kami tetap bekerja karena jadwal libur berbeda,” ungkapnya kepada kepada awak media pada Sabtu, 29 Maret 2025.

Asep mengaku sudah terbiasa tidak mendapatkan libur panjang saat Lebaran. Baginya, tugas menjaga palang pintu kereta api sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

“Saya mulai kerja sejak 2014, dulu di Kemayoran Jakarta, sekarang di Tuparev Karawang. Tugasnya memastikan palang pintu selalu berfungsi dengan baik. Jika palang tidak tertutup, risikonya bisa fatal,” katanya.

Meski tak bisa mudik, Asep tetap bersyukur karena masih bisa berkumpul dengan istri dan dua anaknya di Cikampek.

“Saat Lebaran nanti saya mendapat shift siang, jadi meskipun tidak libur, saya tetap bisa menjalankan shalat Ied,” tambahnya.

Asep menuturkan bahwa sebagai petugas palang pintu kereta api, dirinya harus selalu berkonsentrasi penuh. Pasalnya, di Karawang, kereta melintas setiap 5 menit sekali, terutama saat musim mudik Lebaran.

“Kalau hari biasa ada sekitar 50 kereta yang melintas sehari, tapi kalau musim libur Lebaran bisa mencapai 60 kereta. Makanya, kami tidak boleh lengah, bahkan jarang ada waktu untuk makan dan minum,” ujarnya.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat, Lebaran 2025 Jatuh pada Hari Senin 31 Maret 2025

Meski tugasnya berat, Asep tetap bersyukur dapat berkontribusi dalam menjaga keselamatan di perlintasan kereta api. Ia pun memberikan semangat kepada para pekerja lain yang tidak bisa menikmati libur Lebaran.

“Tetap semangat untuk teman-teman yang tetap bekerja saat orang lain libur. Alhamdulillah meski kerja 8 jam, saya tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar,” pungkasnya. (*)