beritapasundan.com – Peringatan ini ditujukan bagi kaum rebahan yang kerap memilih untuk bermalas-malasan sepanjang hari. Studi terbaru menunjukkan bahwa gaya hidup malas, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang, dapat membawa dampak serius pada kesehatan otak. Salah satu risikonya adalah kerusakan otak yang memengaruhi kemampuan kognitif.
Kebiasaan malas yang berlebihan dapat menurunkan aliran darah ke otak, sehingga otak kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja dengan optimal. Akibatnya, area otak yang bertanggung jawab atas konsentrasi, ingatan, dan pengambilan keputusan bisa mengalami penurunan fungsi. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit neurodegeneratif, seperti demensia atau Alzheimer.
Baca juga: Manfaat dan Rahasia Sehat dengan Tempe: Dari Jantung hingga Pencernaan
Penting untuk dicatat bahwa kerusakan otak akibat malas bukan hanya masalah bagi usia lanjut, tetapi juga bagi generasi muda. Pola hidup malas, seperti terlalu lama bermain ponsel atau menonton TV tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik, dapat mempercepat penurunan kualitas otak.
Untuk mencegah hal ini, kaum rebahan disarankan untuk mulai mengintegrasikan rutinitas sederhana dalam kesehariannya, seperti berjalan kaki, berolahraga ringan, atau sekadar menggerakkan tubuh secara teratur. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik tetapi juga mendorong fungsi otak yang lebih baik.
Baca juga: Manfaat Air Zamzam bagi Kesehatan: Sumber Energi dan Mineral Alami
Jadi, jangan anggap remeh kebiasaan malas. Ubah gaya hidup Anda sekarang juga untuk mencegah risiko kerusakan otak yang dapat memengaruhi kualitas hidup di masa depan. (*)














