beritapasundan.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya perbedaan signifikan dalam pola musim hujan tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, fenomena La Nina Lemah menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
“La Nina Lemah adalah fenomena iklim global yang terjadi akibat suhu permukaan laut di Samudra Pasifik lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini berfungsi sebagai pemicu terbentuknya awan-awan hujan, sehingga intensitas dan volume hujan meningkat hingga 20–40 persen di berbagai wilayah Indonesia,” jelas Dwikorita dalam siaran pers yang dirilis BMKG, Rabu (25/12/2024).
Baca juga: Indonesian Hypnosis Centre Kukuhkan 51 Instruktur Profesional
Sebagai perbandingan, tahun 2023 didominasi oleh fenomena El Nino yang cenderung menyebabkan kondisi kering. Perbedaan ini, menurut BMKG, menjadi alasan utama tingginya curah hujan yang memicu bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.
Selain La Nina Lemah, BMKG mencatat dinamika atmosfer lainnya yang memengaruhi cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta potensi Cold Surge dari daratan Asia (Siberia). Kondisi ini diproyeksikan aktif sepanjang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), memperkuat intensitas hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi.
“Indonesia juga sedang dikepung bibit siklon yang berkontribusi terhadap cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan gelombang tinggi. Selain itu, konvektif lokal di wilayah barat, selatan, dan tengah Indonesia semakin memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat,” tambahnya.
Baca juga: Dinilai Miliki Integritas, PMII Dukung Maulana Malik Ibrohim di Musda KNPI Karawang ke-XV
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini sejak November 2024 untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Dwikorita mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sembari memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan.
“Langkah antisipasi seperti ini sangat penting agar masyarakat dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem,” tegasnya. (*)














