KARAWANG- Memasuki akhir tahun para perangkat desa di se Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang ramai-ramai mengikuti Bimtek di luar kota, hal itu pun menuai sorotan publik.
Ketua Karawang Monitoring Group (KMG), Imron Rosadi menyesalkan kegiatan bimtek tersebut dilakukan di luar kota.
“Bimtek yang dilakukan oleh para perangkat desa beserta pendamping desa se Kecamatan Pedes tersebut kenapa harus dilakukan di luar kota, urgensinya apa juga tidak jelas,” kata Imron melalui sambungan telepon, Kamis (12/12/2024)
Baca juga: Tak Ajukan Gugatan ke MK, Paslon Acep-Gina Legowo dengan Hasil Pilkada Karawang 2024
Imron menduga bimtek tersebut dilakukan hanya untuk menghambur-hamburkan uang Dana Desa, ataupun APBD.
“Ini di akhir tahun, jadi banyak kegiatan-kegitan bimtek gak jelas, dan kegiatannya diluar kota, infonya di Cibodas, padahal kan bimtek tersebut bisa di gelar di Karawang, motifnya kelihatan banget acara jalan-jalan yang dibalut dengan Bimtek,” jelasnya.
Imron juga menambahkan apa yang dilakukan oleh perangkat desa tersebut tidak mengindahkan intruksi dan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Duh! Kepsek SDN Dawuan V Diduga Jualan LKS
“Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo dengan sangat jelas meminta untuk para pejabat untuk mengurangi kegiatan-kegiatan dinas keluar kota, acara-acara seminar, studi banding dan yang lainnya,” ujarnya.
Ia juga meminta DPMD Karawang untuk lebih bisa memprioritaskan kegiatan-kegiatan perangkat desa dilakukan di dalam kota saja.
“DPMD Karawang bisa mengarahkan kegiatan-kegiataan perangkat desa jangan banyak dilakukan diluar kota, kalau kegiatan di dalam kota kan jelas, feedback nya juga masuk lagi ke Pemda Karawang, hotel-hotel, restoran dan lainnya juga bisa ikut terbantu, jadi perputaran uang nya tidak lari ke daerah lain,” pungkasnya.














