
KARAWANG – Hari pertama kerja usai cuti selama 60 hari, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memulai agenda dengan mengunjungi SDN Anggadita IV di Dusun Sukamulya, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Senin (25/11). Kunjungan ini sekaligus menjadi momen pelaksanaan simulasi program makan siang gratis bagi para siswa, yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.
Bupati Karawang tiba sekitar pukul 10.00 WIB, disambut meriah oleh guru, siswa, dan orang tua. Para siswa menyanyikan lagu selamat datang, sementara orang tua berlomba untuk berfoto bersama. Usai menyapa, Aep mengunjungi seluruh kelas dari kelas 1 hingga kelas 6.
Baca juga: Pemkab Karawang Kejar MCP 90 Persen, Targetkan 5 Besar di Jawa Barat
“Alhamdulillah, ini hari pertama saya kembali bekerja setelah cuti 60 hari,” ujar Aep saat diwawancarai. Ia menambahkan, simulasi makan siang gratis akan dilakukan selama satu bulan ke depan untuk menilai efektivitas program.
Dalam program ini, setiap siswa mendapatkan paket makan siang bergizi yang terdiri dari nasi, ayam, sayuran, buah-buahan, dan air mineral. “Kami juga menyediakan susu dan buah untuk anak yang tidak suka nasi, tapi orang tua harus tetap memberikan edukasi agar anak-anak mau makan nasi,” ujarnya.
Kepala SDN Anggadita IV, N Heni Martini, menyatakan bahwa program ini melibatkan 311 siswa di sekolah tersebut. Ia menyambut baik program ini dan berharap dapat berjalan lancar hingga tahun 2025.
“Alhamdulillah, sekolah kami menjadi sampel program ini. Kami dan para orang tua siswa sangat mendukung, mudah-mudahan sesuai harapan,” ungkapnya.
Sementara itu, Asri (42), salah satu orang tua siswa, mengaku senang dengan adanya program makan siang gratis karena dapat meringankan pengeluaran harian. “Seneng banget, jadi lebih hemat. Hari ini bekal anak saya masih utuh,” ujarnya.
Setelah paket makan siang dibagikan, para siswa terlihat antusias menyantap makanan sehat yang disiapkan. Sebagian memakan di kelas, sementara yang lain membawa bekalnya pulang.
Baca juga: Korban Bullying di SDN Jayamukti Meninggal Dunia
Bupati Aep berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM yang memasok makanan bergizi untuk sekolah-sekolah. (*)













