Beranda Headline Menginspirasi! Anak Penjual Nasi Uduk Raih Predikat Mahasiswa Terbaik di UBP Karawang

Menginspirasi! Anak Penjual Nasi Uduk Raih Predikat Mahasiswa Terbaik di UBP Karawang

82
Siti Novianti Nuraini Arif, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Siti Novianti Nuraini Arif, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, berhasil menyabet predikat Mahasiswa Terbaik dengan IPK cumlaude 3,74. Anak dari penjual nasi uduk ini menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang untuk berprestasi.

Baca juga: Seribu Mahasiswa UBP Karawang Ikuti Seminar Pandidikan Agama Islam


Novianti mengungkapkan bahwa prestasi ini ia dedikasikan sepenuhnya kepada kedua orang tuanya, Zul Arif dan Murni Harun. “Saya percaya kesempatan datang untuk semua orang. Saat kesempatan itu hadir, saya tidak akan menyia-nyiakannya. Semua demi mengangkat derajat orang tua,” ucapnya pada Sabtu, 9 November 2024 di Hotel Mercure Karawang.


Perjuangan Menuju Pendidikan Tinggi
Lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi pada 2011, Novianti harus menunda kuliah hingga sembilan tahun karena kesulitan biaya. Ia bekerja dari satu tempat ke tempat lain untuk mengumpulkan tabungan guna melanjutkan pendidikan S1.


Pertama kali bekerja sebagai asisten apoteker, ia kemudian beralih menjadi staf klinik di PT Changsin Indonesia pada 2014. Pada 2020, Novianti akhirnya mendaftar di UBP Karawang dan memulai kuliah secara daring sambil tetap bekerja.


“Setiap pagi sampai sore saya bekerja, lalu malamnya kuliah online. Alhamdulillah, dengan penghasilan 5,8 juta per bulan, saya bisa membantu ekonomi keluarga, membiayai pendidikan dua adik saya, serta biaya kuliah saya sendiri,” paparnya.


Ujian Terbesar: Melawan Mioma Uteri
Perjalanan pendidikan Novianti tidak berjalan mulus. Di tahun 2023 saat memasuki semester tujuh, ia didiagnosa mengidap Mioma Uteri, yang membuatnya harus keluar masuk rumah sakit. “Karena dirawat, saya terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan untuk fokus pada pemulihan. Ini mengganggu tugas akhir saya,” tuturnya.


Kondisi tersebut sempat membuatnya putus asa dan terpikir untuk berhenti kuliah. Namun, dorongan dari dosen dan orang tuanya memberinya semangat untuk tetap melanjutkan pendidikan hingga selesai.
Dukungan Keluarga yang Tak Ternilai
Zul Arif, ayah Novianti, yang sehari-hari berjualan nasi uduk di sekitar kawasan industri KIIC, selalu mendoakan kesuksesan anaknya. “Meski penghasilan harian hanya sekitar Rp140.000, doa saya selalu menyertai anak saya agar menjadi orang yang berguna bagi sekitarnya,” ujar Zul.

Baca juga: Pemilihan Duta Kampus UBP Karawang 2024, Ajang Puncak Dies Natalis ke-10

Perjuangan keras Novianti dan dukungan penuh dari keluarganya berbuah manis. Harapannya menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mungkin mengalami kendala serupa. “Sangat bangga luar biasa, saya melihat perjuangan anak saya. Semoga apa yang dicita-citakan dapat tercapai,” kata Zul. (*)