Beranda Headline BPBD Karawang Peringatkan Warga untuk Waspada Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

BPBD Karawang Peringatkan Warga untuk Waspada Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

71
BPBD karawang
Kepala BPBD Karawang, Mahpudin (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seiring masuknya musim penghujan.

Kepala BPBD Karawang, Mahpudin, menjelaskan bahwa sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2025.

Baca juga: Gempa Guncang Kawasan Industri Karawang, BMKG dan BPBD Dalami Penyebabnya

BMKG memperingatkan adanya kemungkinan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, dan pergeseran tanah di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan Mahpudin dalam rapat koordinasi dengan BMKG Bandung pada Kamis, 7 November 2024.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait penanganan bencana Megatras Hidrometeorologi Basah. Faktor cuaca ekstrem ini patut diwaspadai, termasuk gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor,” ujar Mahpudin.

Ia menambahkan, masyarakat di wilayah rawan bencana, seperti daerah-daerah rawan banjir, longsor, dan angin kencang di Karawang, diharapkan lebih waspada. Tiga sungai di Karawang, yakni Sungai Citarum, Sungai Cibeet, dan Sungai Cilamaya, berpotensi meluap jika curah hujan meningkat drastis. Adapun wilayah Ciampel dan Tegalwaru digolongkan sebagai area yang rentan terhadap longsor, sementara daerah pesisir Karawang memiliki risiko banjir rob.

Baca juga: BMKG Prediksi Iklim 2025 Tanpa Anomali, Curah Hujan Tinggi Dominasi 67% Wilayah Indonesia

“Prediksi menunjukkan curah hujan di Kabupaten Karawang dalam kategori atas normal, sehingga potensi bencana hidrometeorologi basah harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karawang,” pungkas Mahpudin. (*)