Beranda Headline GUSDURian Karawang Gelar Harlah Gusdur di Rumah Sejarah Rengasdengklok

GUSDURian Karawang Gelar Harlah Gusdur di Rumah Sejarah Rengasdengklok

18
Peringatan Harlah Gusdur di Rumah Sejarah Rengasdengklok (Foto: Ist)

KARAWANG- GUSDURian Karawang mengadakan peringatan Hari Lahir (Harlah) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Rumah Sejarah Rengasdengklok, Jumat (23/08/2024).

Sosok Gus Dur dikenal memiliki dua tanggal lahir, yaitu 4 Agustus dan 7 September. Kedua tanggal itu karena ada kesalahan administratif yang terjadi saat Presiden ke-4 RI itu lahir. Hingga kini, dua tanggal itu dipercaya sebagai hari lahir Gus Dur.

Koordinator GUSDURian Karawang Ahmad Rohiman menjelaskan bahwa peringatan Harlah Gus Dur tahun ini diselenggarakan di Rumah Sejarah Rengasdengklok karena momentum peringatan Kemerdekaan RI, di mana pada Agustus 1945 Soekarno pernah diasingkan ke Rengasdengklok, tepatnya di rumah Djiauw Kie Siong.

Baca juga: Bawaslu Karawang Tetapkan Tiga Kecamatan Sebagai Wilayah Rawan di Pilkada 2024

“Alhamdulillah, hari ini GUSDURian Karawang mengadakan Harlah Gus Dur di Rumah tempat pengasingan Presiden Soekarno 79 tahun silam. Rumah ini pernah jadi saksi detik-detik proklamasi,” ujar Rohiman, Jum’at (23/08/2024).
Di antara acara Harlah Gus Dur adalah tahlil kebangsaan, panggung budaya, dan bedah buku “Tuhan Akrab dengan Mereka”.

Ia menjelaskan, agenda harlah Gus Dur ini dihadiri oleh para tokoh pemerintah hingga tokoh lintas iman. Mulai dari Kemenag, Kepolisian, sampai para Kiyai, Pendeta, dan tokoh agama lainnya.

Harlah Gus Dur ini juga menghadirkan narasumber untuk membedah gagasan dan pemikiran Gus Dur melalui buku ‘Tuhan Akrab dengan Mereka’. Beliau adalah Rektor ISIF Cirebon Dr. KH. Marzuki Wahid, MA., tokoh muslim Karawang KH. Emay Ahmad Maehi dan tokoh Khonghucu Karawang Pak Wawan Wiratma.

Baca juga: Sukseskan Pilkada Tanpa Ekses, Panwaslu Jayakerta Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Pria yang akrab disapa Kang Iman itu juga berharap, peringatan harlah Gus Dur ini dapat menjadi ruang dan momentum bersama untuk silaturahmi dan momentum dalam meneruskan sekaligus meneladani perjuangan Bapak Pluralisme dalam menjaga bangsa kita.

“Kami bersyukur, kehidupan toleransi antarumat beragama di Karawang masih terus terjaga. Dan malam ini adalah salah satu momentum silaturahmi untuk meneladani perjuangan Gus Dur,” ungkap Kang Iman.

Sementara itu, Dr. KH. Marzuki Wahid saat bedah buku mengatakan bahwa setiap isu yang terjadi saat ini, Gus Dur selalu menjadi rujukan masyarakat Indonesia.

“Kita tahu, hampir seluruh hidup Gus Dur diabdikan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. Maka tidak heran, kalau saat ini, apa pun isunya, Gus Dur selalu menjadi rujukan” ujar KH. Marzuki Wahid, saat memberikan materi.

“Terutama pada isu revisi UU Pilkada yang terjadi hari ini, di media sosial itu yang ramai adalah quote-nya Gus Dur. Kenapa? Karena Gus Dur selalu menjadi rujukan dan relevan dengan kehidupan saat ini, meski pun Gus Dur mengucapkannya di masa lalu,” imbuh KH. Marzuki.

Pada akhir acara peringatan Harlah Gus Dur, para tokoh agama membaca doa lintas iman. Kemudian acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan ramah tamah.