Beranda Headline Pemkab Karawang Lakukan Perbaikan Atasi Abrasi di Pesisir Karawang

Pemkab Karawang Lakukan Perbaikan Atasi Abrasi di Pesisir Karawang

20
Abrasi
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang, Aries Purwanto (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melakukan sejumlah langkah perbaikan untuk mengatasi abrasi dan akresi di wilayah Karawang pesisir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang, Aries Purwanto menyampaikan, pihaknya melakukan sejumlah perbaikan fasilitas seperti jalan, rumah dan jembatan yang terdampak.

Hal ini dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang sebagai upaya sementara, karena Pemerintah Pusat nantinya akan membangun Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa untuk mencegah pengikisan pantai.

Baca juga: Orangtua Siswa SMKN 1 Cikampek Keberatan Dugaan Pungutan Sebesar Rp1,5 Juta

“Kita tahu abrasi ini bukan hanya permasalahan lokal, tetapi permasalahan global. Pemerintah Pusat akan membangun Giant Sea Wall, namun itu membutuhkan waktu yang cukup panjang, jadi kami membahas dengan Bappeda cara yang praktis dan strategis yang bisa dilakukan Pemkab Karawang,” ujarnya pada Rabu, 3 Juli 2024.

Ia menerangkan, selain memperbaiki beberapa fasilitas, pihaknya juga akan membangun penahan gelombang sementara.

Pembangunannya telah dilakukan sejak tahun 2023, dan kembali dilanjutkan pada tahun 2024. Garapannya antara lain; pembangunan tanggul, revetment, menanam tanaman pesisir, dan pelebaran jarak panjang.

“Posisi di Cemarajaya termasuk di Sedari, tetapi ada juga muncul akresi atau muncul tanah timbul,” terangnya.

Aries memaparkan, pembuatan penahan sementara di tahun 2023 memakan anggaran sebanyak Rp2 milyar. Sedangkan untuk pembangunan tahun 2024 dianggarkan sebesar Rp milyar.

“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah selesai,” katanya.

Ia menyebutkan, rumah warga yang terdampak abrasi dan akresi ada sebanyak 23 unit.

Baca juga: DPRKP Karawang Bangun 73 Unit Rumah Relokasi Warga Terdampak Banjir

Pihaknya menghimbau kepada seluruh warga terdampak, untuk dapat mengurangi aktivitas di sekitaran pantai dan bekerjasama dengan pemerintah ketika proses relokasi.

“Pertama sisi keamanan aktivitas warga dapat dikurangi, kita akan lakukan kajian eceanofrafi dan kajian sosial. Mudah-mudahan semua warga terdampak dapat bekerjasama dengan kami pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)