beritapasundan.com – Layanan kesehatan menjadi pilar yang sangat penting dimiliki oleh suatu negara untuk menjaga kesejahteraan dan kesehatan masyarakatnya.
Penilaian layanan kesehatan bisa diukur dari beberapa aspek, mulai dari seberapa tanggap respon tenaga medis untuk mencegah dan mengobati penyakit menular, memantau ancaman kesehatan lingkungan, penanganan penyakit kronis, dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan secara umum.
Peningkatan sistem layanan kesehatan ini tidak hanya memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat saja.
Baca juga:Â Tips Tepat Menurunkan Demam Pada Anak, Catat Mom!
Negara juga bisa mendapat keuntungan besar karena negaranya akan menjadi tujuan wisata kesehatan (health tourism) pilihan warga dari negara-negara tetangga.
Daftar Negara dengan Sistem Layanan Kesehatan Terbaik di Dunia
Selama ini, banyak warga Indonesia yang mengira bahwa Malaysia dan Singapura adalah salah satu negara dengan sistem layanan kesehatan terbaik di Asia Tenggara.
Tapi faktanya, kedua negara tersebut ternyata tidak masuk 10 besar menurut penilaian CEOWorld Health Care Index 2024.
Baca juga:Â Kominfo Sebarkan SMS Blast Guna Cegah Praktik Judi Online
Untuk lebih jelasnya, mari simak urutan negara yang punya sistem layanan kesehatan terbaik di dunia berikut ini:
- Taiwan: 78.72 poin
- Korea Selatan: 77.7 poin
- Australia: 74.11 poin
- Kanada: 71.32 poin
- Swedia: 70.73 poin
- Irlandia: 67.99 poin
- Belanda: 65.38 poin
- Jerman: 64.66 poin
- Norwegia: 64.63 poin
- Israel: 61.73 poin
Taiwan berada di peringkat pertama sebagai negara dengan sistem layanan kesehatan terbaik dengan indeks pelayanan kesehatan sebesar 78,72 poin.
Nilai rata-rata tersebut diambil dari aspek lain, seperti penilaian infrastruktur dan tenaga medis profesional (87,16 poin), ketersediaan obat-obatan dan biaya (83,59 poin), serta kesiapan pemerintah (82,3 poin).
Berikutnya adalah Korea Selatan yang mendapat nilai indeks pelayanan kesehatan sebesar 77,7 poin.
Nilai tersebut diambil dari rata-rata penilaian aspek lain seperti infrastruktur dan tenaga medis profesional (79,05 poin), ketersediaan obat-obatan dan biaya (78,39 poin), serta kesiapan pemerintah (78,99 poin).
Australia berada di peringkat ketiga dengan nilai 74,11 poin sebagai negara dengan sistem kesehatan terbaik.
Dari aspek lainnya, Australia mendapat nilai 90,75 poin untuk infrastruktur dan tenaga medis, 82,59 poin untuk ketersediaan obat-obatan dan biaya, serta 92,06 poin untuk kesiapan pemerintah.
Kanada mendapat nilai 71,32 poin dalam indeks pelayanan kesehatan.
Dari aspek lain, Kanada mendapat nilai 86,18 poin untuk infrastruktur dan tenaga medis, 78,99 poin untuk ketersediaan obat-obatan dan biaya, serta 88,23 poin untuk kesiapan pemerintah.
Berikutnya ada Swedia dengan indeks pelayanan kesehatan sebesar 70,73 poin, yang diambil dari rata-rata penilaian aspek lain seperti infrastruktur dan tenaga medis (78,77 poin), ketersediaan obat-obatan dan biaya (74,88 poin), serta kesiapan pemerintah (74,18 poin).
Irlandia mendapat nilai indeks pelayanan kesehatan sebesar 67,99 poin.
Dari aspek lain, Irlandia mendapat nilai 92,58 poin untuk infrastruktur dan tenaga medis, 96,22 poin untuk ketersediaan obat-obatan dan biaya, serta 67,51 poin untuk kesiapan pemerintah.
Belanda berada di peringkat ketujuh sebagai negara yang memiliki layanan kesehatan terbaik dengan nilai indeks pelayanan kesehatan sebesar 65,38 poin.
Nilai tersebut dihitung berdasarkan aspek-aspek lain seperti penilaian infrastruktur dan tenaga medis (77,86 poin), ketersediaan obat-obatan dan biaya (71,82 poin), serta kesiapan pemerintah (55,1 poin).
Jerman tercatat mendapatkan nilai indeks pelayanan kesehatan sebesar 64,66 poin.
Nilai tersebut dihitung berdasarkan aspek-aspek lain seperti penilaian infrastruktur dan tenaga medis (86,28 poin), ketersediaan obat-obatan dan biaya (75,81 poin), serta kesiapan pemerintah (83,82 poin).
Baca juga:Â Catat! Ini 6 Tips Menghadapi Pasangan yang Posesif
Norwegia mendapatkan nilai indeks pelayanan kesehatan sebesar 64,63 poin.
Nilai tersebut dihitung berdasarkan aspek-aspek lain seperti penilaian infrastruktur dan tenaga medis (72,48 poin), ketersediaan obat-obatan dan biaya (68,68 poin), serta kesiapan pemerintah (64,78 poin).
Terakhir adalah Israel yang mendapat nilai indeks pelayanan kesehatan sebesar 61,73 poin.
Nilai tersebut dihitung berdasarkan aspek-aspek lain seperti penilaian infrastruktur dan tenaga medis (88,63 poin), ketersediaan obat-obatan dan biaya (75,61 poin), serta kesiapan pemerintah (90,25 poin). (*)














