KARAWANG – Warga sebanyak 653 KK di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat terdampak banjir rob (pesisir) di bulan Juni 2024.
Camat Cibuaya, Sumantri menyebutkan, fenomena banjir rob di wilayah Cibuaya telah terjadi dari tahun ke tahun. Setiap tahunnya, air laut menjadi tinggi ketika memasuki bulan Juni dan Juli.
“Kondisi saat ini sedang surut, namun meninggalkan sampah. Masyarakat terus membersihkan sampah yang tertinggal di halaman rumah. Bahkan kemarin malah sempat terjadi angin kencang di sertai hujan,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu, 26 Juni 2024.
Baca juga: Sah! Pengurus PWI Bekasi Raya Resmi Dilantik, Berikut Susunan Pengurusnya
Akibat fenomena banjir rob tersebut, sebanyak 266 KK direlokasi. Sisanya masih ada 75 KK yang akan direlokasi menyusul pada tahun 2025 mendatang.
Ia melanjutkan, relokasi ini dilakukan karena dampak dari banjir rob tersebut sangat merugikan warga. Bahkan, aliran listrik kerap mati di malam hari ketika banjir melanda.
“Mudah-mudahan tahun ini selesai semua (relokasi), hanya warga Dusun Mekarjaya saja yang belum, tapi direncanakan dan disetujui oleh Bupati untuk direlokasi tahun depan,” paparnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Ferry Muharram menyampaikan, kronologi banjir rob di Cibuaya terjadi sejak Kamis, (20/6) pukul 15.00 WIB.
“Terjadi pasang air laut angin kencang yang mengakibatkan 3 rumah rusak berat, 1 ambruk di Desa Cemarajaya yang menimpa 10 KK,” ungkapnya.
Pihaknya langsung melakukan assessment, pengkajian dan pendataan ke lokasi kejadian.
Dari hasil pendataan BPBD Karawang, ada 4 dusun dengan ratusan KK terdampak, rincinya; Dusun Cemara Utara 1 270 KK, Dusun Cemara Selatan 53 KK, Dusun Pisangan 280 KK dan Dusun Mekarjaya 50 KK.
“Sampai hari ini pun pasang air laut masih terjadi, biasanya awal pasang pada jam 15.00 WIB dan surut jam 01.00 malam,” terang Ferry.
Baca juga: Pengwil INI Jawa Barat Beri Apresiasi Pelayanan E-pasport di Karawang
Perhari ini, lanjut dia, pihak desa mengajukan permohonan bantuan logistik berupa karung kepada BPBD Karawang. Karung tersebut nantinya akan digunakan untuk menahan banjir agar tidak masuk ke rumah warga.
“Kami juga akan melaporkan ke Bupati untuk tindaklanjut kedepan. Warga harus selalu siaga, tingginya volume air laut juga kemungkinan berkaitan dengan pencairan es di Kutub Utara,” pungkasnya. (*)














