Beranda News Bupati Aep Larang Kendaraan Besar Melintasi Jembatan Walahar Karawang

Bupati Aep Larang Kendaraan Besar Melintasi Jembatan Walahar Karawang

3453
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh bersama Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin saat meresmikan jembatan Walahar (Foto: Ist)

KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menyebut kendaraan bertonase besar dilarang melintasi Jembatan Walahar Karawang yang baru.

Alasannya, meski jembatan penghubung wilayah Klari-Ciampel ini terbilang besar, tetapi lebar jalan disekitarnya tidak memungkinkan untuk dilintasi mobil bermuatan besar seperti truk dan bus.

“Mobil tronton (dilarang), mobil coltdiesel saja. Nanti kebijakan kami pemerintah daerah tentunya kami akan mempersiapkan juga di sini akan ada portal, minimal harus menjaga, merawat,” kata Aep, Rabu, 27 Desember 2023.

Baca juga: Pj Gubernur Jabar dan Bupati Aep Resmikan Jembatan Walahar Karawang

Dia bilang, Pemkab Karawang juga akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pelebaran jalan ke wilayah Ciampel. Hal itu demi mendukung konektivitas warga, terutama para pekerja menuju kawasan industri.

“Pak Gubernur cuma memberikan bantuan dengan jembatannya, untuk pelebarannya ke wilayah Ciampel, nanti kami pemerintah daerah insyaallah di 2024 kami pun ada anggaran sekitar 4 sampai 5 miliar,” bebernya.

Di samping itu, Aep juga menyinggung kualitas jembatan yang baru diresmikan. Ada beberapa titik keretakan di pinggir jembatan yang menurutnya perlu diperbaiki.

“Memang kemarin ada beberapa PR yang saya sampaikan terhadap Dinas PUPR agar diperbaiki, pinggirannya. Mudah-mudahan ini bisa diselesaikan. Lusa saya juga akan meninjau kembali kira-kira seperti apa,” ujar Aep.

Baca juga: Warga Sambut Baik Diresmikannya Jembatan Walahar Karawang

Di tempat sama, Plt Kepala Dinas PUPR Karawang, Rusman membenarkan ada beberapa keretakan di sekitar jembatan yang harus dibenahi.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk segera memperbaikinya. Karena masa pemeliharaan selama 6 bulan kedepan masih menjadi tanggungjawab penyedia jasa.

“Betul (ada keretakan) di oprit ujung arah Ciampel. Memang kemarin sudah dilakukan perbaikan, tetapi kalau nanti retaknya masih berkembang, kita minta dibongkar lagi aja,” katanya.

Untuk diketahui, proyek jembatan ini melintang sepanjang 130 meter dengan lebar 7 meter.

Anggaran pembangunan Jembatan Walahar bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi kurang lebih sekitar Rp 48 miliar.

Tahap pertama dilakukan pada tahun 2019, dengan anggaran sebesar Rp 16,7 miliar lebih. Kemudian tahap kedua anggaran turun di tahun 2023, sebesar Rp 32 miliar. (*)