Beranda Headline Syaiful Huda Gelar Nobar Film Budi Pekerti Bersama Puluhan Guru di Karawang

Syaiful Huda Gelar Nobar Film Budi Pekerti Bersama Puluhan Guru di Karawang

57
Ketua Komisi X DPR RI l, Syaiful Huda ajak puluhan guru di Karawang nobar Film Budi Pekerti (Foto: Ist)

KARAWANG – Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda menggelar nonton bareng (nobar) film ‘Budi Pekerti’ bersama puluhan guru dan komunitas pendidikan di bioskop Resinda Park Mal Karawang, Sabtu, 16 Desember 2023.

Film itu mengisahkan seorang guru bimbingan konseling (BK) bernama Bu Prani yang mendadak viral di media sosial akibat perselisihannya dengan pengunjung pasar.

Mengambil latar belakang Kota Yogyakarta saat Pandemi Covid-19, film tersebut secara apik menggambarkan bagaimana hancurnya sebuah keluarga akibat bullying di medsos.

Baca juga: Bangun Sinergitas dengan Pemkab, Apindo Karawang Bakal Gelar Banyak Pelatihan Kerja

Dikatakan Huda, agenda nobar film ini digagas bersama pihak Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Cerita film tersebut, kata Huda, selaras dengan tantangan pendidikan hari ini. Pasalnya, para peserta didik dinilainya sedang mengalami disrupsi yang cukup serius.

Anak-anak hari ini semakin pintar, tapi terkadang budi pekertinya tidak sesuai yang diharapkan. Anak-anak hari ini kreatif, tapi di saat yang sama mudah sekali rapuh.

Maka itu, dia melihat kampanye pendidikan karakter melalui industri perfilman perlu dimaksimalkan. Terlebih dalam kurun 10 terakhir, banyak sekali sineas Indonesia melahirkan film-film inspiratif yang patut dijadikan media pembelajaran.

Baca juga: Pemkab Karawang Gelontorkan Dana Hibah 1 Miliar untuk Puluhan Ormas

“Dalam tradisi pengetahuan, film itu paling menginspirasi orang, sayangnya kita belum menggunakan media film secara maksimal. Maka ini saya ajak berbagai komunitas untuk meningkatkan literasi film,” paparnya.

Dia mengulas, umat manusia saat ini tengah memasuki dunia baru, di mana media sosial begitu mempengaruhi berbagai pola dan cara pandang melihat persoalan.

Keberadaan medsos ibarat pisau bermata dua, satu sisi mampu mengangkat sisi positif, tapi di sisi lain bisa sekaligus menghancurkan.

“Tentu medsos yang bisa berdampak negatif positif ini perlu diapresiasi dicarikan solusi, terutama karena tema film tadi soal konteksnya pendidikan, kita ingin sekolah, guru konsen memfilter konten-konten tidak mendidik yang berdampak negatif terhadap pola pikir siswa,” ujar Huda. (*)