Beranda Headline Warga Ngeluh, Tumpukan Sampah di TPS Jatirasa Timbulkan Bau Tak Sedap

Warga Ngeluh, Tumpukan Sampah di TPS Jatirasa Timbulkan Bau Tak Sedap

44
Kondisi Sampah di TPS Jatirasa

KARAWANG – Penampakan gunung sampah di Tempat Pembuatan Sampah (TPS) Jatirasa Kecamatan Karawang Barat per hari ini sedang menumpuk.

Supri (35) masyarakat setempat mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab, banyaknya titik TPS di Jatirasa menimbulkan rasa tidak nyaman dan bau tidak sedap.

“Saya pribadi sangat terganggu, sampahnya sering terbang ke rumah-rumah, baunya juga enggak sedap. Suka lihat diangkut 2 hari sekali, tapi kadang kalo mobilnya udah penuh, langsung pindah mobilnya. Gak sampai bersih gitu,” ujarnya pada Selasa, (7/3/2023).

Menurut pantauan Supri, bukan hanya masyarakat setempat saja yang sering buang sampah ke TPS tersebut. Pengendara motor dan mobil pun kerap membuang sampah sembarang dari jalan.

Baca juga: Disdikpora Karawang Gelar Perlombaan Siswa SMP Tingkat Kabupaten

Karena merasa tak nyaman, Supri berharap TPS yang ada di lokasi tersebut dipindahkan saja atau ditambahkan penutup agar tidak terlalu mengganggu masyarakat sekitar.

“Sampah ini bukan dari kita aja, tapi pengendara motor dan mobil juga suka buang sampah sembarangan di sini. Kami ingin supaya TPS nya dipindahkan atau minimal diberikan tutup,” tandasnya.

Luki Mantra Dwi Putra, Kepala UPTD Kebersihan Wilayah 1 Karawang mengkonfirmasi, tumpukan sampah di Jatirasa disebabkan oleh rusaknya mobil pengangkut titik tersebut. Ia menyebutkan, sampahnya akan segera diangkut menggunakan mobil pengganti.

“Karena TPS di Jatirasa kan banyak yah, memang kita biasanya selang-seling ngangkutnya. Tadi dapat info, mobilnya lagi berkendala (rusak) dan sedang diperbaiki. Secepatnya akan kita angkut pake mobil pengganti,” jelasnya.

Baca juga: Lakpesdam NU Bersama Kemendes PDTT Gelar Teori of Change untuk Kades di Karawang

Di samping itu, ia mengaku telah bekerja sama dengan warga setempat dan kelurahan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Karena disitu banyak TPS, biasanya orang suka main lempar aja. Untuk melarang, SDM kita kurang jadi minta kerjasama ke warga setempat dan kelurahan,” katanya.

Kemudian, pihaknya kini tengah menggalakkan sistem TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle) dan bank sampah induk untuk pemilahan sampah-sampah.

Ia berharap, masyarakat bisa turut menerapkan pemilihan sampah di lingkungannya masing-masing.

“Dipilah limbah sama residunya, biar nanti kita angkat residunya aja ke TPS. Sejauh ini belum banyak yang menerapkan, dibantu pemulung-pemulung biasanya,” tuturnya.

“Saya harap, warga juga bisa turut aktif dalam memilah sampah, minimal di rumah masing-masing,” pungkasnya.