KARAWANG- Sepak terjang DPD Partai Nasdem mendeklarasikan H. Aep sebagai Calon Bupati Karawang di 2024 menuai banyak reaksi dari Partai Koalisi Cellica-Aep di Pilkada 2020 yang lalu. Bahkan beredar isu DPD PKS Karawang sebagai partai pertama yang mengusung H. Aep merasa terusik.
Ketua DPD Partai Golkar Karawang, H. Syukur Mulyono mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Nasdem yang mengklaim H. Aep Syaepulloh bagian dari keluarga Nasdem bisa menggangu kinerja Aep sendiri sebagai Wakil Bupati.
“Jika dibiarkan berlarut, jelas bisa menggangu kinerja Wakil Bupati,” kata Mulyono, Rabu (17/11/2021)
Mulyono juga menyarankan agar NASDEM Karawang tak terlalu ‘genit’ berbicara baik soal pengusungan atau posisi Aep sebagai bagian dari keluarga partai. Karena, menurut Mulyono kalimat ‘keluarga’ dalam parpol identik dengan kader.
“Nasdem Karawang jangan ganjen, jangan genit. Posisinya Nasdem Karawang itu sama seperti Golkar saat itu sebagai pengusung dan seingat saya memang PKS yang awal memajukan Haji Aep sebagai Wakil Bupati saat itu,” ujarnya.
Mulyono juga menuturkan sebaiknya Aep mengklarifikasi langsung saat ini statusnya kader partai mana. Di sisi lain, ia juga menyarankan Aep untuk fokus bekerja, jangan terpancing isu politik yang pada akhirnya menggangu kinerja Aep.
“Baiknya Pak Wabup yang mengklarifikasi, sebenarnya ia kader PKS atau Nasdem,” sambungnya.
“Sebaiknya Pak Wabup juga lebih baik fokus bekerja saja. Kalau melihat komentar- komentar netizen di pemberitaan media yang tersebar di medsos itu berita pengusungan Bupati 2024 justru 90% responnya buruk dari publik,” tambahnya.
Terlepas dari posisi Aep sebagai kader PKS atau Nasdem Karawang, Mulyono juga meyakini baik Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana atau pun Wakil Bupati Karawang Aep Syaepulloh sangat tahu betul peranan para partai pengsung memenangkan Cellica-Aep pada Pilkada setahun lalu.
“Saya yakin Bupati – Wabup tahu, seberapa besar kerja mesin partai Golkar, mana hasil kerja mesin partai PKS, mana mesin partai Demokrat, dan mana hasil Nasdem Karawang yang punya 2 kursi di DPRD,” kata politisi partai berlogo pohon beringin
Sebelumnya, PKS Karawang nampaknya sedikit terusik oleh klaim Partai Nasdem Karawang yang dalam beberapa kesempatan menyatakan Wakil Bupati Karawang Aep Syaepulloh merupakan bagian dari keluarga partai besutan Surya Paloh itu. Ketua DPD PKS Karawang menegaskan sampai saat ini Aep merupakan kader partainya.
Sekadar informasi, pada perayaan HUT Partai NASDEM Karawang beberapa hari yang lalu, Partai NASDEM dipastikan akan mengusung Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh sebagai calon Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Kami menargetkan dua hal yang pertama adalah tujuh kursi Nasdem di Karawang dan yang kedua adalah membawa haji Aep menjadi bupati,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa saat meresmikan kantor baru DPD NasDem Karawang di kawasan Grand Taruma Karawang, Minggu (14/11).
Namun saat dikonfirmasi, Budiwanto mengatakan sampai detik ini Aep Syaefulloh merupakan kader Partai PKS. Pihaknya mengaku tak keberatan jika ada banyak partai yang mengusung Aep menjadi bupati. Lantaran hal itu akan memuluskan PKS untuk mengantarkan kadernya tersebut menjadi Bupati Karawang di Pilkada mendatang.
“Perlu digaris bawahi, boleh jadi nanti bukan hanya Nasdem (yang mengusung Aep), mungkin ada Golkar, mungkin ada partai-partai lain,” kata Budiwanto.
“Tapi yang jelas, sampai hari ini Haji Aep adalah kader PKS yang komunikasinya baik dan tidak ada masalah,” tutupnya. (ddi)














