beritapasundan.com – Pada tahun 2023 lalu, Garmin Indonesia mengungkapkan ada sejumlah olahraga yang sedang menjadi tren di seluruh dunia.
Olahraga yang populer itu adalah berlari, bersepeda, berjalan kaki, kardio dalam ruangan, dan latihan kekuatan.
Tren olahraga ini juga terjadi di Indonesia, di mana saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya olahraga untuk menjaga imun tubuh.
Baca juga: 5 Manfaat Olahraga Lari Bagi Kesehatan
Berkat itu, rata-rata jalan kaki orang Indonesia naik secara signifikan, dari 3.513 langkah per hari (2017), naik menjadi 5.577 langkah per hari (2023).
Selain berjalan kaki, ada sejumlah olahraga lainnya yang cukup banyak diminati masyarakat Indonesia, yaitu renang, bersepeda, dan berlari.
Tapi sayangnya, olahraga yang tidak terlihat ekstrim tersebut ternyata memiliki rasio kematian yang sangat tinggi.
Deretan Olahraga paling Berbahaya di Dunia
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah deretan olahraga dengan rasio kematian tertinggi menurut laporan ilmuwan Universitas Oxford:
1. Base Jumping
Jenis olahraga yang paling berbahaya dan banyak memakan korban pertama adalah base jumping.
Olahraga ekstrem ini dilakukan dengan cara melompat dari ketinggian dengan menggunakan parasut dan mendarat di permukaan yang sudah ditentukan.
Sayangnya, olahraga yang memacu adrenalin ini ternyata memiliki risiko kematian yang sangat tinggi, yakni 43,17 per 100.000 populasi, atau 1 kematian dari 2.317 populasi.
2. Renang
Olahraga air yang menyenangkan dan sering dijadikan sebagai kegiatan rekreasi ini, ternyata memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.
Data menyebutkan bahwa olahraga renang ini juga berbahaya, memiliki rasio kematian 1,77 per populasi, atau 1 kematian dari 56.587 populasi.
Ada beberapa kecelakaan yang mengakibatkan seseorang meninggal saat berenang, yaitu lelah dan cedera.
Risiko kecelakaan itu tidak hanya sering dialami oleh orang dewasa saja, anak-anak juga berpotensi besar mengalami kecelakaan yang serupa.
Maka dari itu, para orang tua yang ingin membawa anaknya berenang harus selalu waspada dan menjaga anak-anaknya agar tidak kelelahan dan tenggelam.
Baca juga: Deretan Negara Dengan Sistem Layanan Kesehatan Terbaik di Dunia
3. Sepeda
Akhir-akhir ini, olahraga sepeda sedang menjadi tren di kalangan anak-anak muda Indonesia.
Olahraga ini memiliki dua jenis yang berbeda, on-road (di kota) dan off-road (di jalan bergelombang).
Dari dua jenis tersebut, sepeda off-road memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, karena para pemainnya akan melewati jalanan yang bergelombang yang sangat menantang.
Bersepeda on-road atau di jalanan raya juga memiliki rasio kematian yang cukup tinggi.
Bahkan ada semua riset yang mengungkapkan kemungkinan seseorang tewas saat bersepeda 17 kali lebih besar daripada saat mengendarai mobil.
Berdasarkan laporan penelitian Oxford, olahraga sepeda memiliki rasio kematian 1,08 dari 100.000 populasi, atau 1 dari 92.325 populasi.
4. Lari
Selain sepeda, lari juga menjadi salah satu olahraga yang sedang tren di kalangan anak-anak muda Indonesia.
Olahraga yang menyehatkan dan menyegarkan ini ternyata memiliki rasio kematian yang cukup tinggi, yakni 1,03 dari 100.000 populasi atau 1 dari 97.455 populasi.
Kecelakaan yang umum terjadi saat berlari adalah kecelakaan dan serangan jantung.
Maka dari itu, baik pemula maupun profesional, dihimbau untuk tidak menggunakan headset saat berlari, terutama saat berlari di jalan raya dan berlari melawan arus untuk bisa melihat dan memantau kondisi jalanan.
Bagi pemula yang baru memulai olahraga ini, jangan terlalu memaksakan diri mengikuti kecepatan teman-teman yang lainnya.
Jika tidak kuat, segera menepi dan beristirahat. Ingat, kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama, bukan gengsi.
Baca juga: Deretan Negara Bebas Pajak Penghasilan, Timur Tengah Mendominasi
5. Skydiving
Olahraga dengan tingkat kematian tertinggi terakhir adalah skydiving, dengan rasio kematian 1 0.99 dari 100.000 populasi atau 1 dari 101.083 populasi.
Olahraga ekstrim yang biasanya dilakukan dengan cara melompat dari pesawat di ketinggian ribuan meter ini memang terlihat sangat menyenangkan, terutama bagi mereka yang hobi dengan olahraga yang mengundang adrenalin.
Walaupun olahraga ini sudah dilengkapi dengan parasut dan alat keamanan lainnya, kecelakaan masih tetap bisa terjadi.
Kecelakaan yang umum terjadi bukan karena kesalahan peralatan, melainkan masalah medis seperti stroke dan serangan jantung. (*)