Beranda Kesehatan 5 Makanan Mengandung Sianida: Apa Berbahaya? Simak Penjelasan Berikut

5 Makanan Mengandung Sianida: Apa Berbahaya? Simak Penjelasan Berikut

92
Jenis Makanan Mengandung Sianida (Foto: Istimewa/net.)

beritapasundan.com – Asam Sianida (HCN) merupakan senyawa kimia yang terdiri dari karbon dan nitrogen yang sangat beracun dan berbahaya bagi hewan dan manusia.

Kandungan sianida dengan dosis 1-2 miligram per kilogram berat badan diketahui dapat menyebabkan kematian.

Bahkan dalam dosis yang lebih kecil pun sianida tetap dapat berbahaya bagi jantung dan otak.

Baca juga: 4 Manfaat dan Efek Minum Madu Setiap Hari

Gejala klinis seseorang yang terpapar sianida antara lain napas cepat, tekanan darah turun, pusing, sakit kepala, dan bingung.

Sedangkan seseorang yang keracunan akan menimbulan gejala yang lebih parah seperti sakit perut, muntah, diare, kulit membiru, hingga kejang-kejang.

Sianida beredar secara alami maupun buatan.

Sianida buatan diproduksi untuk berbagai tujuan dan dapat ditemui dalam bahan pembuat kertas, pestisida, tekstil, plastik, hingga asap rokok.

Baca juga: Manfaat Diet Clean Eating Bagi Kesehatan, Simak Penjelasan Berikut

Sedangkan menurut catatan badan kesehatan dunia, WHO, sianida alami dapat ditemui di berbagai 2.000 spesies tumbuhan yang beberapa dikonsumsi oleh masyarakat.

Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung sianida:

Kacang Almond
Makanan mengandung sianida
Kacang Almond (Foto: Istimewa/net.)

Kacang almond merupakan makanan yang mengandung sianida alami dalam bentuk amygdalin.

Agar aman dikonsumsi, kacang almond perlu diolah dengan cara dipanggang atau direbus untuk mengurangi kadar sianidanya.

Baca juga: Kenali 6 Manfaat Rambutan Bagi Kesehatan, Salah Satunya Bisa Mengontrol Tekanan Darah

Meski kadar sianida dalam kacang almond tidak mencapai tingkat yang membahayakan, namun tetap perlu mengkonsumsinya dalam batas normal sebagai tindakan preventif atau pencegahan.

Singkong
Singkong
Singkong (Foto: Istimewa/net.)

Singkong dapat menjadi makanan yang mengandung racun jika dikonsumsi secara mentah dan berlebihan.

Dalam singkong, baik umbi maupun daunnya, terdapat sianida dalam bentuk glukosa sianogenik.

Amannya, singkong perlu diolah dengan cara direbus atau direndam dalam air selama 2-3 hari sebelum dikonsumsi.

Namun tenang saja, singkong yang biasa dikonsumsi sehari-hari biasanya memiliki kadar sianida yang sangat kecil, berbeda dengan singkong beracun yang ditandai dengan kulit ubi dan tangkai daun berwarna merah.

Apel
Makanan mengandung sianida
Apel (Foto: Istimewa/net.)

Apel adalah salah satu makanan yang terkenal disebut-sebut mengandung racun sianida di dalamnya.

Namun, sianida pada apel tidak terletak pada daging buahnya, melainkan bijinya.

Baca juga: 5 Manfaat Mandi Air Es untuk Kesehatan

Biji apel mengandung senyawa amygdalin dalam jumlah kecil. Meskipun begitu, diketahui cukup sulit mengubah amygdalin menjadi sianida yang berbahaya.

Diperlukan sekitar 200 biji apel yang dikunyah hingga hancur untuk dapat menyebabkan seseorang keracunan sianida lewat biji apel.

Bayam
Makanan mengandung sianida
Bayam (Foto: Istimewa/net.)

Meski dikenal dengan sayuran sehat, bayam ternyata mengandung senyawa sianida alami dengan kadar yang sangat kecil.

Namun tenang saja, kadar sianida pada bayam biasanya menurun atau bahkan hilang hingga ke tahap yang tidak membahayakan setelah diolah dengan cara direbus atau dimasak.

Jadi, pastikan untuk mengolah bayam dengan benar dan tidak mengkonsumsinya mentah-mentah untuk menghindari bahaya keracunan.

Buah Ceri
Sianida
Buah Ceri (Foto: Istimewa/net.)

Sama seperti apel, dalam buah ceri yang mengandung racun sianida bukanlah dagingnya, melainkan bijinya.

Biji buah ceri mengandung biji yang mengandung glikosida sianogenik.

Sehingga biji ceri yang hancur apalagi dalam jumlah besar dapat meningkatkan resiko keracunan sianida apabila dikonsumsi.

Untuk itu, biji ceri tidak disarankan untuk ditelan dan dikonsumsi secara langsung, apalagi dengan jumlah yang berlebihan. (*)