Beranda Ekonomi & Bisnis 25 Pelaku Usaha Difabel Ikuti Pelatihan Digital Marketing di Karawang

25 Pelaku Usaha Difabel Ikuti Pelatihan Digital Marketing di Karawang

13
Pelatihan digital marketing karawang
Dinsos & Dinas Koperasi Karawang berkolaborasi memberdayakan penyandang disabilitas lewat pelatihan pemasaran digital. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Koperasi dan UKM bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang berkolaborasi menggelar pelatihan digital marketing khusus bagi pelaku usaha penyandang disabilitas.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 20–21 Agustus 2025 di Aula UPPKH Dinsos Karawang dengan peserta yang berasal dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), serta Sahabat Disabilitas Karawang (Sadika).

Baca juga: Ratusan Juta Dana Rutilahu di Karawang Belum Dikembalikan Jadi Sorotan

Pelatihan menghadirkan pakar internet marketing nasional, Rinov Waludyantoro, yang membawakan materi strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga pengembangan usaha berbasis teknologi. Para peserta yang sebagian besar telah memiliki usaha kecil tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Karawang, Dindin Rachmady, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas menjadi agenda penting pemerintah daerah. Berdasarkan data SUSENAS 2023, terdapat 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia, mayoritas berada pada usia produktif, namun banyak yang belum memiliki pekerjaan tetap. Menurutnya, wirausaha menjadi solusi strategis agar penyandang disabilitas mandiri secara ekonomi dan berkontribusi bagi keluarga.

Sejalan dengan itu, Plt. Kabid Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, Leoni Wisnuwardhani, menyebutkan kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas kewirausahaan daerah. Program tersebut tidak hanya fokus pada penguatan usaha yang telah berjalan, tetapi juga melahirkan wirausaha baru dari kelompok perempuan, pemuda, dan disabilitas.

“Peningkatan kapasitas digital marketing sangat penting di era pergeseran pasar ke ranah online. Dengan kemampuan ini, pelaku usaha lokal, termasuk teman-teman disabilitas, diharapkan mampu memperluas pasar dan bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Leoni.

Sementara itu, Asep R. Sundapura dari Smesgo Inkubator menilai penyandang disabilitas di Karawang memiliki potensi wirausaha besar. Menurutnya, sebagian peserta sudah memiliki produk maupun jasa dan menunjukkan semangat tinggi. “Dengan bekal digital marketing, kemampuan mereka dalam memasarkan usaha akan semakin meningkat dan mampu mengatasi salah satu kelemahan UMKM, yaitu pemasaran,” katanya.

Baca juga: Dewan Komisi IX Sosialisasi Germas Bersama Puluhan Warga Sukaresmi Bekasi

Ketua NPCI Karawang, Andi Mahendra, menambahkan bahwa ada 25 pelaku usaha difabel yang ikut serta dalam pelatihan ini. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal untuk mengembangkan potensi wirausaha para peserta.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat dan akan menjadi bekal penting agar penyandang disabilitas semakin percaya diri, mandiri, dan produktif di bidang wirausaha,” pungkasnya. (*)