Beranda Headline 25.000 Buruh Karawang Siap Long March ke Monas pada May Day 2025

25.000 Buruh Karawang Siap Long March ke Monas pada May Day 2025

34
Hari buruh Internasional
Foto: Ilustrasi

KARAWANG – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, sebanyak 25.000 buruh dari Kabupaten Karawang dijadwalkan berangkat ke Monas, Jakarta, pada Kamis, 1 Mei 2025.

Ketua Pimpinan Cabang FSP TSK-SPSI Karawang, Dion Untung Wijaya, menyebutkan bahwa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sendiri akan diberangkatkan sekitar 10.000 buruh. Mereka akan mengikuti perayaan May Day secara serentak di Jakarta dan dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Jumlah 10.000 itu hanya dari KSPSI saja, total estimasi buruh Karawang yang berangkat sekitar 25.000 orang. Kita dari KSPSI menggunakan kurang lebih 200 bus,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).

Baca juga: Aplikasi Monitoring Alat Kesehatan RSUD Jatisari Karawang Menang di Lomba Inovasi Provinsi

Dion menjelaskan, para buruh akan berangkat dari titik kumpul di perusahaan masing-masing mulai pukul 06.00 WIB. Agenda utama di Jakarta mencakup penyampaian enam aspirasi buruh Karawang secara langsung kepada Presiden.

“Kami akan menyuarakan enam aspirasi, di antaranya: meminta pengesahan RUU Pokok Ketenagakerjaan, penetapan upah layak nasional, penegakan hukum, penangkapan koruptor yang menyengsarakan rakyat dan buruh, pengesahan perampasan aset, serta pencabutan Permendag No 8 Tahun 2024,” jelasnya.

Meski tidak ada surat instruksi tuntutan resmi dari pusat, Dion menyebutkan perayaan May Day juga akan dimeriahkan dengan konser musik, menampilkan band Tipe-X dan Wali.

Baca juga: BPKAD Karawang Akui Aset Jalan ke Jembatan Bekasi Belum Tersertifikasi

Selain aksi di Monas, KSPSI Karawang juga akan menggelar perayaan Hari Buruh Internasional di lingkungan Pemda Karawang pada Sabtu, 3 Mei 2025. Kegiatan tersebut akan diisi dengan bakti sosial dan acara syukuran bersama buruh dan masyarakat.

“Perayaan di Karawang akan tetap kami selenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan buruh,” pungkasnya. (*)