beritapasundan.com – Setiap tahun pada tanggal 24 Januari, dunia memperingati Hari Pompa ASI Sedunia sebagai bentuk penghargaan dan dukungan kepada para ibu menyusui yang memanfaatkan teknologi pompa ASI. Hari ini menjadi momen penting untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat pompa ASI, baik bagi ibu maupun bayi, sekaligus mengapresiasi perjuangan para ibu dalam memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati mereka.
Peringatan ini lahir dari kesadaran akan pentingnya pompa ASI sebagai alat bantu bagi ibu yang memiliki kesibukan atau tantangan dalam menyusui secara langsung. Teknologi pompa ASI memudahkan para ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif, bahkan ketika mereka harus bekerja, bepergian, atau menghadapi situasi tertentu yang membuat proses menyusui secara langsung menjadi sulit.
Baca juga: Rahasia Skipping, Olahraga Murah dengan Segudang Manfaat untuk Tubuh
Selain itu, Hari Pompa ASI Sedunia juga menjadi pengingat akan pentingnya dukungan lingkungan kerja dan keluarga bagi ibu menyusui. Dalam banyak kasus, para ibu yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan masih kesulitan mendapatkan ruang laktasi atau waktu khusus untuk memompa ASI di tempat kerja. Oleh karena itu, peringatan ini juga bertujuan untuk mendorong terciptanya fasilitas pendukung ibu menyusui di berbagai sektor.
Pompa ASI tidak hanya bermanfaat bagi ibu bekerja, tetapi juga membantu ibu yang mengalami produksi ASI berlebih, bayi yang lahir prematur, atau bayi yang kesulitan menyusu secara langsung. Teknologi ini telah membawa perubahan besar dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi, sehingga peringatan Hari Pompa ASI Sedunia menjadi simbol solidaritas bagi para ibu di seluruh dunia.
Baca juga: Manfaat Mangga bagi Kesehatan: Buah Lezat dengan Segudang Khasiat
Melalui Hari Pompa ASI Sedunia, masyarakat diingatkan bahwa menyusui adalah hak setiap bayi dan setiap ibu. Dukungan dari semua pihak, termasuk keluarga, tempat kerja, dan pemerintah, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi ibu menyusui. (*)














