Beranda Headline 2 Desa di Pangkalan Alami Kekeringan, BPBD Karawang Distribusikan 50.000 Liter Air...

2 Desa di Pangkalan Alami Kekeringan, BPBD Karawang Distribusikan 50.000 Liter Air Bersih

1
Desa kekeringan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharram menyebutkan, 2 desa tersebut adalah Mulangsari dan Kertasari (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dua desa di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat mulai mengalami kekeringan sejak awal Juni 2024.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharram menyebutkan, 2 desa tersebut adalah Mulangsari dan Kertasari.

Pihaknya mendapatkan surat laporan dari 2 kepala desa, dan mulai mendistribusikan air bersih sejak laporan (kekeringan) diterima.

Baca juga: Kisah Ibu Ida Guru SDN Telarsari 2, 18 Tahun Mengabdi Jadi Honorer 

“Total jumlah pendistribusian air bersih di 2 desa itu 50.000 liter. Desa Mulangsari 30.000 dan Kertasari 20.000 liter,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa, 11 Juni 2024.

Ferry menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, kekeringan ini akan terjadi hingga bulan September 2024 mendatang.

Di Karawang sendiri, lanjut dia, selain wilayah Pangkalan, ada 3 kecamatan lain yang sering terdampak kekeringan.

3 kecamatan tersebut antara lain; Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Ciampel, dan Kecamatan Telukjambe Timur.

“Sebagian besar kekeringan mendominasi di wilayah Karawang Selatan,” jelasnya.

Dalam hal ini, kata dia, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang akan terus mendistribusikan air bersih kepada wilayah-wilayah terdampak.

Upaya lainnya, dilakukan juga pengeboran untuk mencari sumber air. Namun langkah tersebut belum juga membuahkan hasil karena kondisi kontur tanah.

Baca juga: Saber Pungli Minta SMPN 1 Kotabaru Karawang Kembalikan Uang Pungutan PPDB ke Orangtua Siswa

Oleh karenanya, masyarakat terdampak diminta untuk sementara menghemat air untuk menghadapi kekeringan ini.

“Pengeboran air bawah tanah sampai saat ini belum menghasilkan karena kontur tanah di sana agak sulit. Kita tetap berupaya mendistribusikan air ke beberapa wilayah terdampak. Kita harus menghemat kantong-kantong air untuk menghadapi kekeringan saat ini,” pungkasnya. (*)