
KARAWANG – Sebanyak 10 Puskesmas di Kabupaten Karawang kini menyediakan layanan pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan obat pre-exposure prophylaxis (PrEP) atau profilaksis pra pajanan. PrEP hadir sebagai solusi tambahan bagi masyarakat dengan risiko tinggi tertular HIV.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan bahwa obat ini dapat menurunkan risiko tertular HIV hingga 99% jika digunakan dengan benar. “PrEP ditujukan untuk individu atau kelompok berisiko tinggi yang belum terinfeksi HIV. Tujuannya jelas, yaitu mencegah penyebaran virus,” ujar Yayuk pada Senin, 18 November 2024.
Baca juga: Karawang Fokus Tuntaskan Kawasan Kumuh, Target Tuntas Tahun 2030
Saat ini, layanan PrEP tersedia di 10 Puskesmas, yaitu:
- Puskesmas Cikampek
- Karawang
- Ciampel
- Lemahabang
- Rengasdengklok
- Jatisari
- Batujaya
- Pangkalan
- Cilamaya
- Purwasari
Namun, jumlah pengakses layanan ini masih rendah. Target untuk lelaki seks dengan lelaki (LSL) sebanyak 159 orang, wanita pekerja seks (WPS) 202 orang, dan transgender 23 orang belum terpenuhi. Hingga kini, Puskesmas Karawang hanya mencatat 17 pengakses, sementara Puskesmas Cilamaya 10, Rengasdengklok 8, dan lainnya lebih rendah lagi.
“Kami mengajak masyarakat, terutama populasi berisiko tinggi, untuk memanfaatkan layanan ini. Puskesmas sudah memiliki tenaga yang dilatih khusus untuk memberikan PrEP sesuai aturan,” kata Yayuk.
Baca juga: Hindari Penyakit Musim Hujan dengan Langkah Sederhana
Populasi yang berisiko tinggi terkena HIV antara lain:
- 1. Wanita pekerja seks (WPS)
- 2. Lelaki seks dengan lelaki (LSL)
- 3. Waria
- 4. Pengguna narkoba suntik (penasun)
- 5. Bayi lahir dari ibu pengidap HIV
- 6. Warga binaan di Lapas/Rutan
- 7. Ibu hamil dengan TB
- 8. Orang dengan pasangan yang positif HIV
Menurut Yayuk, masih rendahnya angka pengakses PrEP menunjukkan bahwa masyarakat Karawang belum sepenuhnya mengetahui ketersediaan layanan ini. Oleh karena itu, ia berharap informasi ini dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. (*)













