Beranda Headline 10 Puskesmas di Karawang Tawarkan Layanan PrEP untuk Cegah HIV

10 Puskesmas di Karawang Tawarkan Layanan PrEP untuk Cegah HIV

38
Prep Karawang
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sebanyak 10 Puskesmas di Kabupaten Karawang kini menyediakan layanan pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan obat pre-exposure prophylaxis (PrEP) atau profilaksis pra pajanan. PrEP hadir sebagai solusi tambahan bagi masyarakat dengan risiko tinggi tertular HIV.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan bahwa obat ini dapat menurunkan risiko tertular HIV hingga 99% jika digunakan dengan benar. “PrEP ditujukan untuk individu atau kelompok berisiko tinggi yang belum terinfeksi HIV. Tujuannya jelas, yaitu mencegah penyebaran virus,” ujar Yayuk pada Senin, 18 November 2024.

Baca juga: Karawang Fokus Tuntaskan Kawasan Kumuh, Target Tuntas Tahun 2030

Saat ini, layanan PrEP tersedia di 10 Puskesmas, yaitu:

  1. Puskesmas Cikampek
  2. Karawang
  3. Ciampel
  4. Lemahabang
  5. Rengasdengklok
  6. Jatisari
  7. Batujaya
  8. Pangkalan
  9. Cilamaya
  10. Purwasari

Namun, jumlah pengakses layanan ini masih rendah. Target untuk lelaki seks dengan lelaki (LSL) sebanyak 159 orang, wanita pekerja seks (WPS) 202 orang, dan transgender 23 orang belum terpenuhi. Hingga kini, Puskesmas Karawang hanya mencatat 17 pengakses, sementara Puskesmas Cilamaya 10, Rengasdengklok 8, dan lainnya lebih rendah lagi.

“Kami mengajak masyarakat, terutama populasi berisiko tinggi, untuk memanfaatkan layanan ini. Puskesmas sudah memiliki tenaga yang dilatih khusus untuk memberikan PrEP sesuai aturan,” kata Yayuk.

Baca juga: Hindari Penyakit Musim Hujan dengan Langkah Sederhana

Populasi yang berisiko tinggi terkena HIV antara lain:

  • 1. Wanita pekerja seks (WPS)
  • 2. Lelaki seks dengan lelaki (LSL)
  • 3. Waria
  • 4. Pengguna narkoba suntik (penasun)
  • 5. Bayi lahir dari ibu pengidap HIV
  • 6. Warga binaan di Lapas/Rutan
  • 7. Ibu hamil dengan TB
  • 8. Orang dengan pasangan yang positif HIV

Menurut Yayuk, masih rendahnya angka pengakses PrEP menunjukkan bahwa masyarakat Karawang belum sepenuhnya mengetahui ketersediaan layanan ini. Oleh karena itu, ia berharap informasi ini dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. (*)